Newtechclub.com – Para adventure junkie dan pecinta gaya hidup aktif, bersiaplah! Produsen legendaris asal Finlandia, Suunto, baru saja melepaskan senjata andalan terbarunya ke pasar global: Suunto Vertical 2. Smartwatch yang satu ini siap menggebrak dengan segudang peningkatan yang bikin ngiler!
Sebelum kita bahas lebih dalam, kita perlu tau dulu nih, posisi si Vertical di jajaran Suunto. Secara garis besar, lini Vertical ini memang Suunto persembahkan khusus untuk para penggila berbagai jenis olahraga (multisport). Akan tetapi, karakter utamanya lebih condong ke ranah olahraga outdoor dan petualangan ekstrem. Jadi, kalau hobi lo adalah hiking, climbing, trail running, dan aktivitas sejenisnya, smartwatch ini seolah dirancang khusus buat lo!
Nah, yang bikin heboh, pada generasi keduanya yang rilis pekan ini, Suunto Vertical 2 akhirnya menghadirkan perubahan yang paling banyak ditunggu: layar AMOLED! Sebagai perbandingan, generasi pertamanya yang meluncur pada 2023 lalu masih mengandalkan panel MIP (Memory-in-Pixel) yang memang punya beberapa keterbatasan dalam hal reproduksi warna. Meskipun begitu, panel MIP itu punya keunggulan tersendiri, lho, yaitu dukungan fitur pengisian daya via sinar matahari (solar charging).
Lantas, apa dampak dari pergantian panel ini? Tentu saja, dengan panel AMOLED mutakhir ini, layar Suunto Vertical 2 langsung menyuguhkan visual yang jauh lebih tajam, hidup, dan berwarna. Sayangnya, sebagai konsekuensinya, fitur solar charging yang keren itu akhirnya dihilangkan. Namun, jangan khawatir! Panel AMOLED pada Suunto Vertical 2 ini memiliki ukuran cukup besar, yaitu 1,5 inci dengan resolusi tajam 466 x 466 piksel. Yang paling mengesankan, tingkat kecerahannya (brightness) bisa mencapai level yang sangat terang, yakni 2.000 nit, sehingga memastikan tampilan tetap jelas bahkan di bawah terik matahari langsung.
Selain transformasi pada layarnya, Suunto Vertical 2 juga dilengkapi dengan fitur praktis yang siap jadi penyelamat di situasi genting: sebuah lampu senter LED terintegrasi! Fungsinya, sudah pasti, adalah untuk menjadi sumber penerangan darurat ketika lo sedang berada di area gelap atau minim cahaya. Hebatnya lagi, efek dari lampu LED ini bisa lo atur sedemikian rupa sesuai kebutuhan. Misalnya, lo bisa mengaturnya untuk menampilkan lampu merah yang berkedip secara terus-menerus sebagai sinyal darurat.
Beralih ke aspek hardware yang jadi otaknya, Suunto Vertical 2 kini ditenagai oleh sebuah prosesor baru yang performanya secara resmi disebut-sebut telah mengalami peningkatan signifikan dari generasi pendahulunya. Memang, Suunto tidak membocorkan secara detail jenis prosesor apa yang mereka gunakan pada smartwatch teranyarnya ini. Akan tetapi, prosesor baru ini dijanjikan dapat menghadirkan performa yang lebih mulus dan responsif, terutama saat lo bernavigasi antar menu yang ada di dalam perangkat.
Lalu, bagaimana dengan urusan daya tahan baterai? Soal ini, Suunto lagi-lagi memilih untuk tidak menyebutkan berapa kapasitas baterai yang mereka tanamkan pada Vertical 2. Meski demikian, mereka dengan percaya diri mengeklaim bahwa smartwatch tangguh ini sanggup bertahan hingga 20 hari dalam pemakaian normal (dengan mode Always-on Display/AoD dimatikan) atau bahkan mencapai 40 hari dalam mode siaga (standby). Bahkan, dalam skenario penggunaan yang lebih intens—seperti ketika fitur AOD diaktifkan dan semua sensor bekerja—Vertical 2 masih diklaim dapat bertahan hingga 70 jam tanpa henti.
Seperti yang sudah bisa diduga, selaku perangkat Suunto pada umumnya, Suunto Vertical 2 tentu saja dibekali dengan segudang sensor canggih. Smartwatch ini mendukung pelacakan GPS yang akurat, perekam detak jantung 24/7, serta pengukur kadar oksigen dalam darah (SpO2). Tidak ketinggalan, terdapat ratusan mode olahraga yang bisa lo pantau. Selain itu, Suunto juga melengkapinya dengan dukungan peta offline gratis, panduan pendakian (climb guidance), pratinjau rute (route preview) yang sangat berguna untuk aktivitas outdoor, hingga beragam fitur kecerdasan buatan (AI) yang dirancang khusus untuk menganalisis performa dan tingkat kebugaran penggunanya.
Terakhir, kita sampai pada bagian yang paling dinanti: harga dan ketersediaannya. Secara desain, Suunto Vertical 2 hadir dalam dua pilihan material bodi yang premium. Pertama, varian Stainless Steel yang terkenal dengan ketahanan karatnya. Kedua, varian Titanium yang menawarkan kekuatan lebih dan kesan yang lebih elegan. Kabar baiknya, kedua varian ini sama-sama dilindungi oleh kaca safir yang diklaim sangat tahan gores dan memiliki ketahanan air hingga kedalaman 100 meter.
Untuk pilihan warnanya, varian Stainless Steel menawarkan opsi All Black, Arctic Gray, Canyon, dan Pine Green. Sementara itu, model Titanium hadir dengan pilihan warna Titanium Black dan Titanium Sage yang eksklusif. Menariknya, setiap unitnya akan disertai dengan dua buah tali silikon dengan warna yang senada, sehingga lo bisa menyesuaikan dengan gaya dan mood.
Di pasar global, Suunto Vertical 2 dilepas dengan harga 599 USD (sekitar Rp 9,5 juta) untuk versi Stainless Steel dan 699 USD (sekitar Rp 11 juta) untuk versi Titanium, seperti yang dirangkum dari Gizmochina, Selasa (14/10/2025). Sayangnya, hingga berita ini ditulis, belum ada kepastian resmi mengenai kapan Suunto Vertical 2 akan tersedia secara resmi di Indonesia. Akan tetapi, informasi mengenai harganya sudah bisa lo ketahui! Untuk pasar Indonesia, smartwatch ini dipatok dengan harga Rp 10.999.000 untuk versi Stainless Steel dan Rp 12.999.000 untuk versi Titanium. Jadi, sudah siapkah dompet lo menyambut kedatangannya?
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Exposenews.id







