• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service
  • Home
  • AI
  • Budaya Digital
  • Gadget
  • Inovasi
  • Startup
No Result
View All Result
  • Home
  • AI
  • Budaya Digital
  • Gadget
  • Inovasi
  • Startup
No Result
View All Result
New Tech Club
No Result
View All Result

Review Nothing Ear (3a): Earbuds Transparan dengan Fitur Rekam Audio yang Unik

Bimo Nugroho by Bimo Nugroho
September 1, 2026
Home Review
Share on FacebookShare on Twitter

Newtechclub.com – Di tengah lautan earbuds TWS yang desainnya nyaris identik dan membosankan, Nothing kembali menghadirkan kejutan dengan Ear (3a) yang langsung menyita perhatian. Bayangkan, earbuds dengan pilihan warna berani seperti pink mencolok dan kuning cerah! Tentu saja, pertanyaan besarnya adalah: apakah kualitas suaranya sebanding dengan penampilannya yang ekstra menonjol?

Saya sudah menghabiskan beberapa hari terakhir untuk menguji Nothing Ear (3a) secara intensif. Aktivitas saya mulai dari mendengarkan berbagai genre musik hingga menonton video YouTube dari beragam perangkat. Hasilnya? Temuan saya terhadap earbuds satu ini cukup mengejutkan dan layak untuk Anda simak!

Spesifikasi Nothing Ear (3a)

SpesifikasiNothing Ear (3a)
Driver12 mm dynamic driver
BluetoothBluetooth 6.0, Google Fast Pair
ANCWideband ANC hingga 45 dB, mode Transparency
CodecSBC, AAC, LDAC (Hi-Res Audio Wireless certified)
Baterai earbuds6 jam (ANC aktif) / 10 jam (ANC nonaktif)
Baterai + case25 jam (ANC aktif) / 42 jam (ANC nonaktif)
Fast charging5 menit cas untuk 1 jam pemakaian
Penyimpanan internal32 MB (16 MB per earbud), untuk Audio Snapshot dan Call Recording
Mikrofon3 mic per earbud dengan AI noise reduction
KetahananIP54
WarnaBlack, White, Yellow, Pink
Harga resmi IndonesiaRp1.699.000

Desain Transparan yang Bikin Ketagihan

Desain transparan tetap menjadi ciri khas utama Nothing, dan pada Ear (3a) ini, case-nya terlihat jauh lebih mewah daripada banderol harga yang dipasang. Nothing benar-benar merombak total bentuk case menjadi lebih membulat dibandingkan generasi sebelumnya, yaitu Ear (a). Yang paling menarik, mereka menambahkan indikator lampu baru yang secara cerdas menunjukkan sisa baterai tanpa harus membuka aplikasi sama sekali. Biasanya, detail sekelas ini baru bisa kita temukan pada earbuds dengan harga di atas 2 juta rupiah!

Selain itu, Nothing dengan murah hati menyertakan beberapa pilihan eartip dalam berbagai ukuran di dalam paket pembelian. Jadi, pengguna tinggal menyesuaikan sendiri sampai mendapatkan ukuran yang paling pas dan kedap di telinga. Alhasil, earbuds ini terasa sangat nyaman dan tetap stabil meskipun dipakai dalam waktu yang lama.

Terkait ketahanan, Ear (3a) mengantongi rating IP54. Artinya, earbuds ini cukup tangguh menghadapi keringat dan cipratan air ringan saat Anda berlari atau berolahraga di gym. Namun, perlu diingat bahwa rating ini belum cukup untuk membuatnya aman saat direndam air. Jadi, saya sangat tidak menyarankan Anda mengenakannya saat berenang atau beraktivitas di air.

Kualitas Suara: Jernih, Bertenaga, dan Bikin Betah!

Sekarang kita masuk ke bagian paling krusial, yaitu kualitas suara! Berbekal driver dynamic 12 mm, Ear (3a) berhasil menghasilkan karakter suara yang sangat jernih dengan bass yang padat dan bertekstur. Yang membuat saya semakin terkesan, detail di frekuensi tengah dan tinggi tetap terdengar sangat rapi dan tidak saling tumpang tindih. Bahkan, soundstage-nya atau kesan ruang dan lapangnya suara terasa sangat lega untuk earbuds di kelas harga ini.

Dari pengalaman saya menonton film atau mendengarkan musik, semua terdengar sangat baik dan memuaskan. Memang, kualitasnya tidak sampai memukau seperti earbuds flagship, tetapi tetap sangat nyaman digunakan untuk berbagai jenis lagu. Suara vokal pun terdengar jernih dan tetap enak di telinga. Sekali lagi, kualitas suara yang ditawarkan termasuk amat baik untuk kelas harganya, meskipun belum bisa menyaingi TWS flagship di atas 3 juta rupiah.

Kabar baiknya, Anda juga bisa mengatur sendiri karakter suara Nothing Ear (3a) menggunakan aplikasi Nothing X. Bahkan, jika Anda bingung mengatur equalizer sendiri, Anda bisa langsung memasukkan preset equalizer dari komunitas Nothing yang sudah tersedia di aplikasi tersebut.

Yang lebih istimewa lagi, dukungan codec LDAC dan sertifikasi Hi-Res Audio membuat detail suara terasa lebih kaya dan mendalam dibandingkan earbuds sekelas harganya yang hanya mengandalkan SBC atau AAC. Tentu saja, ini semua bisa Anda nikmati dengan catatan file lagu yang diputar beresolusi tinggi dan smartphone Anda juga mendukung LDAC.

Peredam Bising (ANC) yang Cukup Tangguh!

Soal Active Noise Cancellation atau ANC, Nothing mengklaim Ear (3a) mampu meredam kebisingan hingga 45 dB. Dalam pemakaian saya sehari-hari, peredamannya terbukti cukup efektif untuk meredam suara AC, kipas angin, atau obrolan latar di kafe. Namun, perlu saya akui bahwa saat suara latar sangat keras, misalnya di jalan raya yang ramai atau di ruangan dengan musik kencang, masih terasa sedikit kebocoran suara yang lolos.

Memang, peredamannya belum bisa menyamai Nothing Ear (3) yang merupakan earbuds flagship dengan harga dua sampai tiga kali lipat. Tetapi, untuk earbuds dengan harga sejutaan, ANC yang ditawarkan Ear (3a) ini sudah amat baik dan patut diacungi jempol.

Audio Snapshot: Fitur Perekam Canggih yang Jarang Dimiliki Kompetitor!

Fitur pembeda yang paling menarik dari Ear (3a) adalah Audio Snapshot. TWS ini dilengkapi dengan penyimpanan internal 32 MB (16 MB per earbud) yang berguna untuk menyimpan rekaman audio langsung di earbuds, tanpa harus membuka aplikasi apa pun di ponsel.

Cara merekamnya pun sangat mudah dan praktis. Anda hanya perlu mencubit kedua earbuds secara bersamaan, dan Ear (3a) akan menangkap klip audio dari apa pun yang sedang Anda dengarkan. Yang lebih keren lagi, fitur ini bisa menangkap hingga 30 detik sebelum Anda melakukan gestur merekam! Jadi, kalau ada baris lirik atau kalimat menarik yang kelewat, Anda tetap bisa menangkapnya dengan mudah melalui buffer mundur ini.

Selain Audio Snapshot, ada juga Call Recording yang berguna untuk merekam panggilan telepon dan meeting langsung dari earbuds, dengan durasi hingga sekitar dua jam. Semua rekaman otomatis tersinkronisasi ke aplikasi Nothing X begitu earbuds terhubung ke smartphone. Dari sana, rekaman bisa diputar ulang, dibagikan, atau bahkan ditranskripsikan menjadi teks. Fitur ini sangat berguna bagi pelajar yang sering ketinggalan detail di kelas, atau pekerja yang malas membuka aplikasi perekam saat rapat mendadak.

Satu catatan penting yang perlu Anda perhatikan: transkripsi otomatis di Nothing X gratis hanya untuk 3 bulan pertama dengan batas durasi tertentu per bulan. Setelah itu, Anda perlu berlangganan Nothing X Pro jika ingin terus menggunakan fitur transkripsi. Namun, merekam klip dan panggilannya sendiri tetap gratis selamanya, hanya transkripsinya yang berbayar setelah masa promo habis.

Baterai Awet dan Fast Charging yang Cepat!

Daya tahan baterai menjadi salah satu keunggulan lain dari Nothing Ear (3a). Nothing mengklaim earbuds ini mampu bertahan hingga 10 jam dengan ANC nonaktif atau 6 jam dengan ANC aktif. Jika dihitung bersama case, total daya tahannya bisa mencapai 42 jam atau 25 jam. Fast charging juga tersedia, di mana cas 5 menit diklaim cukup untuk 1 jam pemakaian. Ini sangat berguna untuk situasi darurat ketika Anda lupa mengecas semalaman.

Meskipun saya belum sempat menguji baterainya secara komprehensif, dari aktivitas yang saya lakukan selama beberapa hari, daya tahan baterainya tidak akan jauh meleset dari klaim yang diberikan Nothing.

Kelebihan Nothing Ear (3a)

  • Desain case transparan yang sangat berbeda dari earbuds sejutaan lainnya
  • Fitting nyaman dengan beberapa pilihan ukuran eartip di dalam paket
  • Koneksi cepat dan stabil berkat Bluetooth 6.0
  • Kualitas suara jernih, bass cukup, dan soundstage lega untuk kelasnya
  • Audio Snapshot dan Call Recording jadi fitur pembeda yang jarang ada di earbuds sekelas
  • Aplikasi Nothing X sangat berguna untuk mengatur ekualiser dengan cepat
  • Harga relatif terjangkau untuk kualitas dan fitur yang ditawarkan

Kekurangan Nothing Ear (3a)

  • ANC belum sepenuhnya memblokir suara latar jika sangat keras
  • Transkripsi otomatis di Nothing X cuma gratis 3 bulan, setelahnya perlu langganan Nothing X Pro
  • Rating IP54 belum cukup untuk aktivitas basah seperti berenang

Harga Nothing Ear (3a)

Nothing Ear (3a) resmi dijual dengan harga Rp1.699.000 di Indonesia mulai 27 Juli 2026 melalui Erajaya Digital. Tersedia dalam empat pilihan warna menarik: Black, White, Yellow, dan Pink. Kami sangat merekomendasikan Anda untuk membeli produk yang dijual secara resmi di Indonesia agar mendapatkan garansi dan keaslian produk.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tags: NothingTWS
Bimo Nugroho

Bimo Nugroho

Next Post
Review ASUS ROG Falchion Ace 75 HE: Keyboard Premium TKL dengan Desain Minimalis dan Fitur Andal

ASUS Vivobook 14 dan Vivobook Go 14 Kini Tersedia dalam 6 Pilihan Warna Baru, Harga Mulai Rp 5,9 Juta

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended.

Kemkominfo Siap Pacu Layanan di Kantor Baru

Kemkominfo Siap Pacu Layanan di Kantor Baru

Juli 30, 2025
Hadir untuk Kolektor, Konsol Retro Atari 2600 Plus Bertema Pac-Man Dibanderol Rp 2 Juta

Hadir untuk Kolektor, Konsol Retro Atari 2600 Plus Bertema Pac-Man Dibanderol Rp 2 Juta

November 6, 2025

Trending.

Abu Dhabi Bakal Bangun Data Center Raksasa untuk AI, Cek Kapasitasnya!

Abu Dhabi Bakal Bangun Data Center Raksasa untuk AI, Cek Kapasitasnya!

Mei 20, 2025
Sennheiser Spectera Resmi Meluncur di Indonesia, Satu Base Station Kendalikan 64 Link Audio

Sennheiser Spectera Resmi Meluncur di Indonesia, Satu Base Station Kendalikan 64 Link Audio

September 19, 2026
NetApp Luncurkan Novus: Arsitektur Storage AI Berkecepatan Hingga 100 TBps

NetApp Luncurkan Novus: Arsitektur Storage AI Berkecepatan Hingga 100 TBps

Oktober 11, 2026
Apple Akan Luncurkan Aplikasi Gaming Eksklusif? Ini Rinciannya!

Apple Akan Luncurkan Aplikasi Gaming Eksklusif? Ini Rinciannya!

Mei 29, 2025
XLSmart Hadirkan ByeByeBox di ITB: Setor Sampah Elektronik, Dapat Bonus Kuota

Inovasi GPU AI: Nvidia Manfaatkan Arsitektur RTX 5090 untuk Perkuat Lini RTX Pro 5500

September 16, 2026
slot777 BALI19 BALI19 BALI19 aatoto arena39 jagobet19 mposakti motoslot bali19 PGSoft vs Pragmatic Play Siapa Raja Slot Online Tahun Ini 7 Game PGSoft Paling Populer dari Mahjong Ways hingga Wild Bandito Gate of Olympus vs Mahjong Ways Duel Slot Legendaris yang Wajib Kamu Tahu Rahasia Grafis Mewah PGSoft yang Bikin Pemain Betah Berlama lama 10 Game Pragmatic Play dengan Fitur Bonus Paling Menggila RTP Volatilitas Dan Gaya main Panduan Lengkap PGSoft Pragmatic Sweet Bonanza sampai Starlight Princess Evolusi Game Pragmatic yang Tak Pernah Sepi PGSoft untuk Pemula Cara Memilih Game Sesuai Gaya Main 5 Slot Pragmatic yang Cocok untuk Main Santai Tanpa Ribet Masa Depan Slot Online Inovasi PGSoft dan Pragmatic Play di 2026 Bukan Cuma Jackpot 7 Alasan Slot PGSoft Pragmatic Play Bikin Nagih Dari Scatter ke Free Spin Bedah Mekanisme Bonus PGSoft vs Pragmatic Play 5 Mitos Slot Online yang Sering Bikin Pemain Salah Paham PANDUAN Main Di HP pgsoft Atau Pragmatic Yang Lebih Nyaman Jam RTP atau Keberuntungan Menakar Pola Main di Dua Provider Raksasa 7 Slot Bertema Petualangan Terbaik dari PGSoft dan Pragmatic Play Ketika Grafis Ketemu Matematika Rahasia Slot yang Enak Dimainkan Duel Provider 2026 Inovasi Fitur yang Bakal Jadi Tren Slot Berikutnya Dari Klasik sampai Megaways Evolusi Gaya Slot Pragmatic Play Checklist Sebelum Main 8 Hal Wajib Dilihat di Slot PGSoft Pragmatic TOTO SLOT TOTO SLOT TOTO SLOT TOTO SLOT TOTO SLOT TOTO SLOT TOTO SLOT TOTO SLOT TOTO SLOT TOTO SLOT Integrasi Vision Transformers OpenAI Akselerasi Simulasi Probabilitas Multi Reel Terobosan Arsitektur Sora Generatif Game Gulungan Daring Starlight Princess Implementasi DeepSeek V3 Mekanisme Paylines Dinamis Gates of Olympus Sinergi Komputasi Kuantum Google Quantum AI Sinyal Pembayaran Sugar Rush 1000 Model Bahasa Penalaran Claude 3 5 Sonnet Struktur Kerapatan Scatter Mahjong Ways Pemrosesan Neural Network NVIDIA Blackwell Dinamika Cascading Lucky Neko Pemanfaatan Model Difusi Runway Gen 3 Sticky Wild Wild West Gold Riset Terapan xAI Grok 2 Lonjakan Frekuensi Multiplier Mahjong Ways 2 Algoritma Deep Reinforcement Learning DeepMind Stabilitas Tumble Sweet Bonanza Penerapan Sistem Inferensi Meta LLaMA 3 3 Paylines Wild Bounty Showdown Transformasi Model Matematika Anthropic Ritme Transisi Starlight Princess 1000 Adopsi Jaringan Sparse Autoencoder MIT Distribusi Gates of Olympus 1000 Terobosan Komputasi Kognitif Microsoft Copilot Anomali Mahjong Wins 3 Analisis Prediktif AI Kausal OpenAI Fluktuasi Simbol Fruit Party Pemanfaatan Framework Qwen 2 5 Alibaba Cloud Titik Jenuh Buffalo King Megaways Eksplorasi Model Prediksi Dinamis Mistral Large Pola Scatter Madame Destiny Megaways Penerapan Vision Language AI Generasi Baru Variasi Simbol Emas Caishen Wins Rekonstruksi Stokastik Arsitektur AI Gemini 1 5 Pro The Dog House Megaways Pemanfaatan Algoritma Self Supervised Learning Stanford Treasures of Aztec Integrasi Edge AI Apple Intelligence Pola Pecahan Rise of Olympus Mengenal PG Soft Profil Pengembang Game Digital Asal Asia Sejarah DAN Perjalanan PG Soft Di Industri Game Online 10 GAME Paling POPULER Buatan PG Soft Dan Karakteristiknya Analisis Grafis dan Animasi dalam Game PG Soft Inovasi Teknologi dan Mekanisme permainan Di PG Soft Memahami RTP Volatilitas dan Fitur Bonus di Game PG Soft Tren Tema dan Desain Visual Game PG Soft dari Tahun ke Tahun PG Soft vs Pengembang Game Lain Perbandingan Kualitas dan Inovasi DAMPAK PG soft Terhadap Industri Hiburan Digital Dan mobile Gaming Prospek dan Tantangan PG Soft di Masa Depan PRAGMATIC play Vs PG Soft Siapa Lebih berani Bereksperimen Dengan Mekanik Bonus Anatomi RTP Hit Frequency dan Volatilitas Kenapa Dua Slot Terasa Beda Meski Angkanya Mirip Rahasia DESAIN Mobile PG soft Portrait Mode One Handed Play Dan Psikologi Layar Sentuh Dari Zeus ke Mahjong Simbolisme yang Menjual Pragmatic PG Soft di Pasar Global Scatter Multiplier dan Ante Bet evolusi Fitur Pragmatic YANG Mengubah cara Orang Main Sound Haptik di Slot PG Soft Membangun Adrenalin Tanpa Harus Menang Turnamen Mission dan Leaderboard CARA Provider Membuat Slot Terasa Seperti Esports Audit Sertifikasi dan Regulasi Apa yang Sebenarnya Diuji dari Game Pragmatic PG Soft Mystery Progressive dan Fixed Jackpot Matematika Harapan di Balik Hadiah Besar Masa Depan Slot Pragmatic PG Soft Cloud VR AI dan Personalisasi Real Time

Follow Us

Kategori

  • AI
  • Apple
  • Applications
  • Audio
  • Budaya Digital
  • Camera
  • Computers
  • crypto
  • Download
  • Esports
  • Gadget
  • game
  • Gaming
  • Gear
  • Hardware
  • Inovasi
  • Laptop
  • Microsoft
  • Photography
  • Review
  • Robot
  • Security
  • Smartphone
  • Startup
  • Technology
  • Tips & Trik
  • Uncategorized

Tag

Acer Ai android Apple Asus ChatGPT Chip DJI Gadget Game Gaming Google hadir Hardware harga Honor HP huawei infinix Iphone Laptop lenovo Microsoft motorola OpenAi Oppo Poco realme rekomendasi Review Rilis Robot Samsung Smartphone smartwatch Sony spesifikasi tablet Tecno teknologi tips trik TWS vivo whatsapp Xiaomi
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service

© 2025 NewTechClub.com .

No Result
View All Result
  • Home 1
  • AI
  • Budaya Digital
  • Gadget
  • Inovasi
  • Startup

© 2025 NewTechClub.com .

Go to mobile version