Newtechclub.com – Kabar gembira meledak di industri game Tanah Air! RIFTSTORM, game garapan anak bangsa, akhirnya resmi menginjakan kaki di panggung global. Proyek ambisius ini melewati perjalanan panjang hampir lima tahun sebelum akhirnya bisa dinikmati publik. Confiction Labs berkolaborasi dengan Agate sebagai mitra pengembangan, dan mereka sukses meluncurkan Riftstorm secara global melalui platform Steam. Momen bersejarah ini terjadi pada Selasa (11/8/2026), tepat saat game tersebut memasuki tahap Early Access.
Yang membuat para gamer Indonesia semakin bergembira, pihak pengembang memberikan kejutan spesial! Mereka membanderol game ini dengan potongan harga mencapai 20 persen. Bayangkan, dari harga normal Rp 111.111, kini kamu hanya perlu merogoh kocek Rp 88.888 saja untuk memiliki game keren ini. Sungguh tawaran yang sulit ditolak bagi pecinta game action!
Melibatkan Lebih dari 120 Talenta Indonesia, Ini Proyek Raksasa!
Proses kreatif di balik Riftstorm ternyata melibatkan kekuatan luar biasa dari putra-putri terbaik bangsa. Lebih dari 120 talenta Indonesia turut serta dalam berbagai tahap produksi. Jumlah fantastis ini menjadikan Riftstorm sebagai salah satu proyek game berskala besar yang pernah digarap studio asal Indonesia. Tim pengembang tidak main-main, mereka benar-benar mengerahkan seluruh kemampuan terbaiknya.
Selama hampir lima tahun masa pengembangan, tim di balik Riftstorm mengaku telah menguji ratusan ide, konsep, hingga sistem permainan. Mereka berani bereksperimen tanpa henti. Sebagian ide kemudian dipertahankan karena terbukti ampuh, sebagian lainnya diubah total, dan tak sedikit yang akhirnya dibuang. Proses seleksi ketat ini menghasilkan versi game yang kini tersedia untuk publik. Semua keputusan diambil demi menghadirkan pengalaman bermain terbaik.
Perjalanan panjang ini bukannya tanpa hambatan. Tim Riftstorm menghadapi berbagai tantangan berat. Perilaku pemain yang terus berubah memaksa mereka untuk selalu adaptif. Dinamika industri game global yang super cepat juga menjadi ujian tersendiri. Keterbatasan sumber daya kadang membuat mereka harus berpikir kreatif. Tak jarang, arah produk pun harus diubah di tengah jalan. Namun semangat pantang menyerah membawa mereka melewati semua rintangan.
Kolaborasi Epik: Developer Lokal Bertemu Diaspora Indonesia!
CEO Agate, Shieny Aprilia, mengungkapkan kebanggaannya dalam keterangan tertulis. Menurutnya, Riftstorm memberikan kesempatan langka yang tak ternilai. Proyek ini berhasil menyatukan developer berbakat yang berbasis di Bandung dengan profesional diaspora Indonesia yang tersebar di berbagai negara. Mereka semua bergabung dalam satu proyek besar dan menantang. Kolaborasi lintas benua ini menghasilkan sinergi yang luar biasa.
Fakta menarik lainnya, sejumlah talenta Indonesia yang terlibat dalam proyek ini memiliki pengalaman mentereng. Mereka sebelumnya pernah mengerjakan waralaba game internasional ternama. Portofolio mereka sungguh mengesankan, mencakup Dynasty Warriors, Magic: The Gathering, Warhammer, Yu-Gi-Oh!, SMITE, hingga Samurai Warriors. Pengalaman berharga ini mereka bawa pulang untuk membangun Riftstorm.
Menurut Shieny, pengalaman para profesional Indonesia di luar negeri berpadu sempurna dengan kemampuan produksi tim pengembang yang berbasis di Indonesia. Perpaduan dua kekuatan ini menciptakan game yang berkualitas internasional. Kualitas Riftstorm membuktikan bahwa Indonesia mampu bersaing di kancah global.
Prestasi Membanggakan: Pernah Menjadi Nomor Satu di Steam!
Sebelum akhirnya memasuki Early Access, Riftstorm sudah beberapa kali diuji coba kepada pemain dari berbagai negara. Setiap tahap pengujian memberikan pelajaran berharga bagi tim pengembang. Pada public pre-alpha pertama, antusiasme pemain sungguh luar biasa. Lebih dari 5.000 pemain berpartisipasi dengan rata-rata waktu bermain mencapai 1 jam 39 menit. Bahkan beberapa pemain tercatat memainkan game tersebut selama lebih dari 50 jam! Dedikasi mereka sungguh mengagumkan.
Jumlah peserta kemudian meningkat drastis pada public pre-alpha kedua. Confiction Labs mencatat lebih dari 22.000 pemain dari 110 negara mencoba Riftstorm. Akumulasi waktu bermain mereka mencapai lebih dari 22.000 jam. Angka ini menunjukkan ketertarikan global yang tinggi terhadap game buatan Indonesia.
Pencapaian paling monumental terjadi ketika public alpha Riftstorm digelar pada Oktober 2024. Saat itu, Riftstorm berhasil menempati posisi pertama (#1 Global Trending Free) di Steam selama tiga hari berturut-turut. Pencapaian gemilang ini terjadi pada 19-21 Oktober 2024. Seluruh dunia sedang membicarakan Riftstorm!
Riftstorm kemudian mengikuti Steam Next Fest pada Juni 2025. Demo game ini masuk dalam daftar 50 demo yang paling banyak dimainkan (Top 50 Most Played Demos). Prestasi ini semakin membanggakan mengingat ada lebih dari 2.600 demo yang berpartisipasi. Riftstorm berhasil bersinar di antara ribuan kompetitor.
Berbagai tahap pengujian tersebut menjadi bahan evaluasi berharga. Pengembang menggunakan semua masukan untuk menyempurnakan mekanisme permainan. Mereka terus mengasah setiap detail hingga Riftstorm akhirnya memasuki Early Access. Proses panjang ini memastikan game siap memberikan pengalaman terbaik.
Seperti Apa Riftstorm? Yuk, Simak!
Riftstorm menghadirkan pengalaman game aksi multiplayer co-op yang seru abis! Game ini mengajak pemain bekerja sama menghadapi berbagai ancaman supranatural yang menakutkan. Kerja sama tim menjadi kunci utama untuk bertahan hidup. Setiap pemain harus saling mendukung dan mengandalkan kemampuan masing-masing.
Pemain bisa memilih sejumlah karakter dengan persenjataan dan kemampuan berbeda. Setiap karakter menawarkan gaya bermain yang unik. Yang lebih seru, karakter-karakter ini dapat terus dikembangkan sepanjang permainan. Pemain bisa menyesuaikan build sesuai preferensi mereka.
Pengembang mengatakan sistem permainannya dirancang agar relatif mudah dipelajari pemain baru. Namun bagi pemain yang ingin menguasainya, game ini menawarkan sistem build dan progres yang lebih mendalam. Ada banyak ruang eksplorasi bagi pemain hardcore. Keseimbangan ini membuat Riftstorm cocok untuk berbagai kalangan.
Meski sudah dapat dimainkan publik, status Early Access berarti pengembangan Riftstorm belum usai. Confiction Labs dan Agate berencana terus memberikan pembaruan hingga game tersebut mencapai versi penuh atau versi 1.0. Mereka tidak akan berhenti di sini.
Pembaruan tersebut akan mencakup konten baru yang menarik. Penyempurnaan gameplay akan terus dilakukan. Karakter, senjata, musuh, dan variasi misi akan bertambah. Berbagai fitur-fitur lainnya juga akan hadir berdasarkan masukan komunitas pemain. Suara pemain sangat mereka dengarkan.
“Membawa Riftstorm ke Early Access bukanlah garis akhir, dan kami menyadari bahwa kami belum memiliki semua jawabannya,” ujar Creative Director Confiction Labs, Fandry Indrayadi. Menurut Fandry, fase Early Access akan digunakan untuk mendengarkan masukan pemain sekaligus mengembangkan Riftstorm menuju versi yang lebih matang. Komitmen mereka terhadap kualitas sungguh patut diapresiasi.
Dengan segala pencapaian dan potensi yang dimiliki, Riftstorm layak menjadi kebanggaan baru industri game Indonesia. Dukungan dari para gamer Tanah Air sangat dibutuhkan untuk mendorong game ini semakin sukses di kancah global. Saatnya kita tunjukkan bahwa Indonesia mampu berkarya di level dunia!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.







