Newtechclub.com – Saat dunia digempur oleh revolusi kecerdasan buatan (AI), Samsung meluncurkan konsep futuristik bernama Ambience Intelligence. Bukan sekadar upgrade AI biasa, ini adalah visi jangka panjang di mana AI bakal menyatu dengan hidup kita secara natural, personal, dan bahkan bisa menebak kebutuhan sebelum kita memintanya!
Apa Itu Ambience Intelligence? Ternyata Lebih Canggih dari yang Kamu Bayangin!
Ambience Intelligence, atau kecerdasan ambien, adalah lompatan besar dari AI konvensional. Alih-alih hanya menjalankan perintah, teknologi ini proaktif—ia bisa memprediksi apa yang kita butuhkan sebelum kita sadar! Bayangkan seperti oksigen: tak terlihat, tapi selalu ada dan vital bagi kehidupan.
Dr. Jisun Park, Corporate Executive Vice President & Head of Language AI Team di Samsung, membeberkan bahwa Ambience Intelligence menggabungkan AI multimodal (bisa mengenali suara, teks, gambar, plus konteks pengguna) dengan pemahaman mendalam soal kebiasaan sehari-hari.
“Ponsel nggak cuma jadi alat komunikasi lagi, tapi pusat kendali ekosistem AI yang benar-benar paham kamu,” ungkapnya di Galaxy AI Forum, New York.
Galaxy AI Makin Gila! Dari S25 Sampai 400 Juta Perangkat di 2025
Samsung sudah memulai langkah ini sejak meluncurkan Galaxy S25, di mana lebih dari 70% pengguna aktif memakai fitur Galaxy AI-nya. Fitur keren seperti Circle to Search (cari apa aja tinggal lingkari di layar) dan Photo Assist (edit foto cuma modal perintah suara) langsung jadi favorit karena bikin produktivitas dan kreativitas melejit!
Nah, sekarang Galaxy AI nggak cuma ada di smartphone. Samsung sedang gencar mengintegrasikannya ke wearable seperti smartwatch dan kacamata pintar. Targetnya? Lebih dari 400 juta perangkat Galaxy bakal support AI native sebelum 2025 berakhir!
“Kami ingin bawa pengalaman AI yang mulus dan aman ke lebih banyak orang. Makanya, kami berkomitmen ekspansi Galaxy AI ke 400 juta perangkat tahun ini,” tegas Park.
Kolaborasi Gila-gilaan: Samsung, Google, & Qualcomm Bikin AI Makin “Ngeri”
Buat wujudkan Ambience Intelligence, Samsung nggak main sendirian. Mereka menggandeng Google untuk integrasi model AI multimodal Gemini ke ekosistem Galaxy. Sementara Qualcomm menyumbang chipset Snapdragon yang bertenaga tapi irit baterai, biar AI bisa jalan lancar tanpa perlu cloud.
“AI generasi baru harus cepat, aman, dan efisien,” jelas Dr. Vinesh Sukumar, VP of Product Management Qualcomm. Mereka juga menekankan pentingnya sensor canggih (suara, gambar, gerakan) buat bikin AI benar-benar kontekstual.
Era Post-Smartphone? Samsung Bilang: “Ponsel Tetep Raja!”
Meski banyak yang bilang era AI adalah awal kematian smartphone, Samsung justru yakin sebaliknya. Menurut mereka, ponsel bakal tetap jadi “otak” dari ekosistem AI, berkat kemampuannya memahami konteks lewat suara, visual, dan sentuhan.
“Semakin nggak kerasa teknologi itu, semakin bagus kinerjanya. Tugas kami bikin AI semudah dan se-terbuka mungkin,” tandas Park.
AI Samsung Bakal Bikin Hidup Lo Lebih “Auto Pilot”!
Ambience Intelligence bukan sekadar mimpi—Samsung sedang mewujudkannya dengan kolaborasi top, hardware gahar, dan visi yang jelas. Dengan AI yang bisa anticipate needs dan berjalan di ratusan juta perangkat, hidup di masa depan bakal lebih simpel, efisien, dan… serasa punya asisten pribadi super-pintar!







