• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service
  • Home
  • AI
  • Budaya Digital
  • Gadget
  • Inovasi
  • Startup
No Result
View All Result
  • Home
  • AI
  • Budaya Digital
  • Gadget
  • Inovasi
  • Startup
No Result
View All Result
New Tech Club
No Result
View All Result

Samsung Targetkan Ekspansi Besar-besaran Galaxy AI ke 800 Juta Perangkat di Akhir 2026

Bimo Nugroho by Bimo Nugroho
Juli 24, 2026
Home Technology
Share on FacebookShare on Twitter

Newtechclub.com – Samsung lagi-lagi bikin geger jagat teknologi. Mereka kukuh menargetkan bahwa kecerdasan buatan andalannya, Galaxy AI, bakal menjangkau lebih dari 800 juta perangkat Galaxy yang tersebar di seluruh penjuru dunia. Batas waktunya? Tepat di penghujung tahun 2026 ini! Bayangkan, sebuah angka fantastis yang menunjukkan betapa seriusnya raksasa elektronik asal Korea Selatan ini dalam menggarap pasar AI.

Pernyataan berani ini dilontarkan langsung oleh Presiden sekaligus CEO Samsung Electronics yang juga menjabat sebagai Head of Device eXperience (DX) Division, TM Roh. Ia menyampaikan target ambisius itu di atas panggung megah pembukaan ajang Galaxy Unpacked 2026 yang berlangsung di kota mode dunia, London, Inggris, pada Rabu (22/7/2026) malam waktu setempat.

Pria yang akrab disapa TM Roh itu membeberkan alasannya di hadapan para jurnalis dan penggemar teknologi. Menurutnya, kita saat ini sudah tidak lagi hidup di era di mana AI hanya sekadar gimmick atau fitur tambahan yang keren di atas kertas. Lebih dari itu, sang bos Samsung menegaskan bahwa AI telah menjelma menjadi fondasi baru yang kokoh dalam sendi-sendi kehidupan digital kita sehari-hari.

“AI saat ini sudah menjadi infrastruktur, bahkan bagaikan tulang punggung yang tak kasat mata namun sangat vital dalam rutinitas harian. Ia hadir untuk membantu semakin banyak orang dalam menyelesaikan berbagai urusan,” ujar Roh dengan penuh keyakinan di atas panggung yang gemerlap. “Karena itu, kami bertekad bulat untuk menghadirkan Galaxy AI ke lebih dari 800 juta perangkat hingga akhir tahun ini. Bukan sekadar mimpi, tapi ini adalah komitmen kami.”

Jika kita mundur sejenak ke masa lalu, target sebesar 800 juta ini sungguh menunjukkan pertumbuhan yang eksplosif. Mari kita ingat, Samsung baru pertama kali memperkenalkan Galaxy AI ke publik pada awal tahun 2024. Kala itu, mereka masih terhitung hati-hati dengan menargetkan angka 200 juta perangkat hingga akhir tahun 2024. Artinya, dalam kurun waktu yang terbilang sangat singkat, hanya sekitar dua tahun, Samsung mampu melipatgandakan proyeksi jumlah perangkat yang mendukung Galaxy AI hingga empat kali lipat. Ini bukan sekadar angka, melainkan sebuah loncatan evolusi teknologi yang luar biasa.

Lebih lanjut, TM Roh menjelaskan bahwa kehadiran Galaxy AI di setiap perangkat bukanlah sebuah kemewahan, melainkan sebuah kebutuhan yang sangat relevan dengan tuntutan kehidupan modern saat ini. Mengapa? Karena smartphone, atau ponsel pintar, kini berfungsi sebagai gerbang utama atau titik awal dari seluruh pengalaman AI bagi sebagian besar pengguna di dunia. Perangkat mungil ini selalu menemani kemanapun pemiliknya melangkah, dari mulai bangun tidur hingga kembali terlelap. Jadi, sangat logis jika kecerdasan buatan tertanam di dalamnya.

Sang CEO menambahkan bahwa AI di era sekarang ini dituntut untuk lebih pintar dan personal. “AI saat ini harus memiliki kemampuan untuk mengerti dan memahami secara mendalam kebiasaan serta kebutuhan unik setiap penggunanya,” tegas Roh. Ia kemudian menyebutkan sebuah konsep yang ia sebut sebagai ‘agentic AI’. Apa itu? Agentic AI adalah kecerdasan buatan yang mampu bertindak layaknya asisten pribadi yang sangat cakap. AI ini bisa membantu pengguna menyelesaikan berbagai macam tugas secara lebih mandiri, tanpa harus menunggu perintah yang terlalu rinci.

“Dengan kehadiran Galaxy AI, kami ingin mengurangi beban pengguna dalam mencari informasi yang berceceran atau bolak-balik pindah aplikasi. Semua jadi lebih efisien. Hasilnya, para pengguna dapat lebih fokus untuk mengerjakan hal-hal yang benar-benar penting dan bermakna dalam kehidupan mereka sehari-hari,” imbuh Roh menjelaskan visi besar mereka.

Mengapa Target 800 Juta Itu Bukan Sekadar Angka di Atas Kertas?

Menariknya, target sebesar 800 juta perangkat yang dipasang oleh TM Roh ini terdengar sangat realistis dan masuk akal. Mengapa demikian? Pasalnya, sekarang ini Galaxy AI sudah tidak lagi menjadi barang eksklusif yang hanya dinikmati oleh deretan ponsel flagship atau kelas atas Samsung yang dibanderol dengan harga selangit. Samsung secara agresif mendemokratisasi teknologi AI mereka. Sejumlah fitur AI canggih kini sudah mulai merambah ke berbagai perangkat kelas menengah atau mid-range Galaxy. Hal ini secara otomatis membuka keran akses bagi lebih banyak pengguna dari berbagai lapisan ekonomi untuk merasakan langsung kemampuan berbasis AI yang ditawarkan.

Tidak hanya berhenti di situ, Samsung pun terus tancap gas dalam mengembangkan ekosistem Galaxy AI. Mereka mengusung strategi cerdas dengan menggabungkan dua kekuatan besar: pemrosesan AI langsung di perangkat (atau yang sering disebut on-device AI) yang menjamin kecepatan dan privasi, serta komputasi berbasis cloud yang maha kuat untuk tugas-tugas yang lebih berat. Pendekatan hibrida ini diklaim sebagai resep jitu untuk menghadirkan pengalaman AI yang lebih cepat dan responsif, terasa sangat personal bagi setiap individu, namun tetap menjaga keamanan data pengguna sebagai prioritas utama.

Fitur Baru Keren: Kenalan Sama My FanCam!

Samsung tidak hanya berbicara tentang angka dan target di atas panggung. Dalam ajang Galaxy Unpacked 2026 yang sama, mereka langsung memamerkan beberapa fitur terbaru dari Galaxy AI yang pastinya bikin penggemar video editing bergidik senang. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah fitur bernama My FanCam. Namanya saja sudah keren, apalagi fungsinya!

Fitur ini memungkinkan pengguna untuk mengedit video secara otomatis dengan kemampuan mempertahankan fokus kamera hanya pada satu orang tertentu di dalam frame. Bagaimana cara kerjanya? Saat pemrosesan berlangsung, kecerdasan buatan akan dengan cerdas mendeteksi subjek utama yang dipilih, lalu secara ajaib melakukan proses crop dan melacak pergerakannya secara real-time. Hasil akhir yang didapatkan pengguna adalah sebuah video yang tetap terpusat sempurna pada orang tersebut, meskipun rekaman asli diambil dari sudut yang sangat lebar (wide angle) sekalipun. Ini jelas menjadi nilai tambah besar untuk konten kreator atau bahkan untuk sekadar mengabadikan momen anak-anak yang sedang berlarian.

Bukan Hanya Ponsel: Raksasa Lipat hingga Kacamata Pintar!

Tentu saja, pesta teknologi Samsung belum lengkap tanpa kehadiran perangkat keras terbaru. Dalam acara yang sama, Samsung resmi meluncurkan jajaran terbaru ponsel lipat andalannya. Para penggemar teknologi disuguhi kehadiran Galaxy Z Fold 8 yang lebih tangguh, kemudian sang kakak tertua yaitu Galaxy Z Fold 8 Ultra yang diprediksi bakal menggebrak pasar, serta si mungil imut Galaxy Z Flip 8 yang tetap stylish.

Tapi tunggu, Samsung tidak hanya berhenti di ponsel. Mereka juga memperluas ekosistem wearable atau perangkat yang dapat dikenakan dengan memperkenalkan smartwatch canggih Galaxy Watch 9 dan Watch Ultra 2 yang siap menemani gaya hidup aktif. Yang paling mengejutkan dan menarik perhatian adalah kolaborasi spektakuler mereka di bidang kacamata pintar (smart glasses). Samsung menggandeng dua raksasa mode dunia, yaitu Gentle Monster yang hits di kalangan anak muda Asia dan Warby Parker yang populer di pasar Amerika. Ini menunjukkan bahwa Samsung serius menjadikan AI sebagai gaya hidup yang bisa dikenakan sehari-hari, bukan hanya sebagai fitur di layar kaca.

Dengan segala gebrakan ini, rasanya dunia memang harus siap menghadapi dominasi Galaxy AI di tahun 2026!

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tags: Samsungteknologi
Bimo Nugroho

Bimo Nugroho

Next Post
samsung Resmi Perkenalkan Galaxy Glasses, Kacamata Pintar dengan Dukungan AI Gemini dan Snapdragon AR1

Run Robotics Pamerkan Robot Centaur di WAIC 2026, Mampu Angkat Beban 210 Kg

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended.

Galaxy S25 Edge: Perlu Pakai Case dan Tempered Glass? Simak!

Galaxy S25 Edge: Perlu Pakai Case dan Tempered Glass? Simak!

Mei 26, 2025
Huawei Resmi Rilis Watch GT 7 Pro, Bawa Fitur Deteksi Risiko Jantung dan Diabetes Pertama di Dunia

Huawei Resmi Rilis Watch GT 7 Pro, Bawa Fitur Deteksi Risiko Jantung dan Diabetes Pertama di Dunia

September 29, 2026

Trending.

Abu Dhabi Bakal Bangun Data Center Raksasa untuk AI, Cek Kapasitasnya!

Abu Dhabi Bakal Bangun Data Center Raksasa untuk AI, Cek Kapasitasnya!

Mei 20, 2025
Mengenal vivo Selfie Monitor: Layar Tambahan Nirkabel Canggih Khusus vivo X500 Series

Mengenal vivo Selfie Monitor: Layar Tambahan Nirkabel Canggih Khusus vivo X500 Series

September 29, 2026
KEF Meluncurkan LS LUXE: Speaker Wireless Hi-Fi Aktif Premium Sentuhan Ross Lovegrove

KEF Meluncurkan LS LUXE: Speaker Wireless Hi-Fi Aktif Premium Sentuhan Ross Lovegrove

September 29, 2026
NetApp Luncurkan Novus: Arsitektur Storage AI Berkecepatan Hingga 100 TBps

NetApp Luncurkan Novus: Arsitektur Storage AI Berkecepatan Hingga 100 TBps

Oktober 11, 2026
Real RGB OLED? Ini Keunggulannya di Xiaomi 16 & Redmi K90!

Real RGB OLED? Ini Keunggulannya di Xiaomi 16 & Redmi K90!

Juni 17, 2025
slot777 BALI19 BALI19 BALI19 aatoto arena39 jagobet19 mposakti motoslot bali19 Mengenal Jam Gacor Pragmatic Play Antara Mitos dan Fakta Ilmiah Bocoran Jam Gacor MPO Slot Jadwal Lengkap Pragmatic Play dan PGSoft Pola Gacor Mahjong Ways 2 Rahasia Maxwin di Jam Jam Tertentu Gates of Olympus Jam Hoki dan Pola Spin untuk Raih Kemenangan Besar Studi Terbaru Jam Gacor Pragmatic Play dan Lonjakan RTP di Atas Panduan Jam Gacor PGSoft Kapan Waktu Terbaik untuk Main Slot Misteri Jam Gacor Mengapa Banyak Pemain Percaya Waktu Tertentu Lebih Royal Daftar Slot Gacor Hari Ini Rekomendasi Game Pragmatic Strategi Jeda Meningkatkan Peluang Menang di Slot Pragmatic Antara Mitos dan Realita Benarkah Jam Gacor Bisa Diprediksi Mengapa Otak Mudah Percaya Jam Hoki Psikologi di Balik Mitos Slot RTP Volatilitas dan Pola Spin Apa yang Bisa dan Tidak Bisa Diprediksi Jam Gacor Itu Nyata atau Ilusi Bedah Klaim RTP dengan Logika Data Dari Mahjong Ways 2 sampai Gates of Olympus Membongkar Narasi Maxwin di Jam Tertentu Jam Sibuk vs Jam Sepi Apakah Strategi Jeda Benar Benar Mengubah Peluang Mitos Royal Slot Kenapa Cerita Kemenangan Viral Lebih Kuat dari Data Pragmatic Play vs PGSoft Benarkah Ada Jadwal Gacor yang Bisa Dipetakan Literasi Digital untuk Pemain Slot Membedakan Analisis Kebetulan dan Klaim Bocoran Efek Survivorship Bias Mengapa Banyak Bocoran Jam Gacor Terlihat Berhasil Sebelum Percaya Jadwal Gacor 5 Pertanyaan Kritis yang Perlu Diajukan terobosan OpenAI Q industri hiburan simulasi pola multiplier integrasi generative diffusion model anthropic mentransformasi mekanisme studi komparasi gemini 1.5 pro menelaah pergeseran penerapan arsitektur meta llama 3 mengurai fluktuasi riset algoritma sora ai menginspirasi sistem rekognisi model peramalan temporal deepmind menguak dinamika volatilitas implementasi neuro symbolic ai terkini menakar kecepatan evolusi transformer multimodal nvidia menghubungkan tren komputasi analisis predictive maintenance berbasis mistral large memetakan eksplorasi algoritma self play alphazero membuka wawasan aplikasi edge ai generasi baru meningkatkan deteksi riset komputasi probabilitas kuantum mit memetakan fluktuasi teknologi reinforcement learning terbaru menakar efisiensi strategi pemanfaatan explainable ai xai dalam audit sistem implementasi autoencoder dinamis google brain menemukan anomali sistem inferensi kausal perplexity ai mengungkap rasio pemanfaatan vision transformers terkini mengidentifikasi ritme putaran integrasi liquid neural networks mengurangi variansi hasil model probabilistik markov chain yang disempurnakan ai uji stres enkripsi ai end to end memastikan aplikasi edge ai generasi baru meningkatkan deteksi riset komputasi probabilitas kuantum mit memetakan fluktuasi teknologi reinforcement learning terbaru menakar efisiensi strategi pemanfaatan explainable ai xai dalam audit sistem implementasi autoencoder dinamis google brain menemukan anomali sistem inferensi kausal perplexity ai mengungkap rasio pemanfaatan vision transformers terkini mengidentifikasi ritme putaran integrasi liquid neural networks mengurangi variansi hasil model probabilistik markov chain yang disempurnakan ai uji stres enkripsi ai end to end memastikan Jam Gacor atau Jam Marketing Anatomi Klaim yang Viral di Grup Telegram Volatilitas Itu Bukan Jadwal Kenapa Spin Cepat vs Lambat Tak Mengubah Peluang Maxwin di Jam Sepi Ilusi Pola dari Data yang Dipilih pilih Bocoran Pola Slot Antara Analisis Statistik Kebetulan dan Confirmation Bias Survivorship Bias di Dunia Slot Kenapa Screenshot Menang Lebih Berisik daripada Kalah Demo Slot dan RTP Apa yang Bisa Dipelajari Apa yang Cuma Ilusi Dari Mahjong Ways ke Gates of Olympus Kenapa Nama Game Tak Menjamin Pola Tertentu Jeda Spin Ganti Mesin Ganti Jam Mana yang Mitos Mana yang Matematis 5 Tanda Jadwal Gacor Cuma Jualan Harapan Panduan Literasi Digital untuk Pemain RTP Bukan Janji Cara Membaca Angka Pengembalian Slot Tanpa Tertipu Angka RTP di Balik Layar Apa yang Diukur Apa yang Sering Disalahartikan Telegram Gacor Anatomi Broadcast yang Menjual Jam Bukan Data Mesin Panas vs Dingin Mitos Suhu Slot yang Tak Punya Alat Ukur Ritual Spin Cepat Lambat Kenapa Tubuh Bisa Merasa Punya Kontrol Screenshot Maxwin dan Kekalahan yang Hilang Cara Data Dipilih Pilih Demo Slot Latihan Membaca Probabilitas atau Panggung Ilusi Kendali Nama Game Beda Matematika Bisa Sama Kenapa Tema Tak Menjamin Pola Ganti Mesin Ganti Jam Ganti Nasib Variabel yang Tidak Pernah Dikontrol RTP Live Bergerak Kenapa Angka Real Time Tak Sama dengan Peluang Anda Lima Pertanyaan Sebelum Percaya Bocoran Uji Klaim Sebelum Uji Keberuntungan riset ai multimodal google deepmind menginspirasi pembacaan dinamika implementasi penalaran ai generatif openai o3 menyingkap kompleksitas arsitektur model bahasa meta llama 4 menjadi landasan baru terobosan chip ai blackwell nvidia mentransformasi cara komunitas penerapan algoritma q star pada sektor komputasi membuka integrasi ai agen otonom microsoft copilot memicu diskusi studi komputasi kuantum terintegrasi ai ibm menakar stabilitas efisiensi algoritma penglihatan komputer claude 3 7 sonnet adopsi machine learning prediktif aws membantu pemodelan pola lonjakan kapasitas neuro simbolik ai apple intelligence mendorong eksplorasi jaringan saraf tiruan deepseek v3 menjelaskan fenomena riset penyesuaian bobot ai perplexity memicu sudut pandang skema pembelajaran penguatan tanpa model mit ai lab pemanfaatan kerangka kerja transformer hugging face mengungkap terobosan ai berkecepatan tinggi groq lpus memberi gambaran analisis data deret waktu menggunakan gemini flash memperjelas perkembangan ai berbasis graf stanford university menguak sistem simulasi stokastik anthropic ai mendorong kajian baru evolusi jaringan adversarial generatif nvidia omniverse membuka metode inferensi probabilistik berbasis ai cambridge university membedah

Follow Us

Kategori

  • AI
  • Apple
  • Applications
  • Audio
  • Budaya Digital
  • Camera
  • Computers
  • crypto
  • Download
  • Esports
  • Gadget
  • game
  • Gaming
  • Gear
  • Hardware
  • Inovasi
  • Laptop
  • Microsoft
  • Photography
  • Review
  • Robot
  • Security
  • Smartphone
  • Startup
  • Technology
  • Tips & Trik
  • Uncategorized

Tag

Acer Ai android Apple Asus ChatGPT Chip DJI Gadget Game Gaming Google hadir Hardware harga Honor HP huawei infinix Iphone Laptop lenovo Microsoft motorola OpenAi Oppo Poco realme rekomendasi Review Rilis Robot Samsung Smartphone smartwatch Sony spesifikasi tablet Tecno teknologi tips trik TWS vivo whatsapp Xiaomi
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service

© 2025 NewTechClub.com .

No Result
View All Result
  • Home 1
  • AI
  • Budaya Digital
  • Gadget
  • Inovasi
  • Startup

© 2025 NewTechClub.com .

Go to mobile version