Newtechclub.com – Setelah sekian lama didominasi para pesaing, raksasa semikonduktor asal Amerika, Qualcomm, akhirnya mengambil langkah berani. Baru-baru ini, perusahaan tersebut secara resmi meluncurkan sistem-on-chip (SoC) terbaru mereka yang diberi nama Snapdragon C. Hebatnya, chip berbasis ARM ini sengaja mereka rancang khusus untuk laptop kelas entry-level yang menjalankan sistem operasi Windows 11. Dengan langkah ini, Qualcomm secara langsung membidik pangsa pasar yang selama ini menjadi surganya laptop murah, termasuk Chromebook dan bahkan laptop anyar dari Apple, yaitu MacBook Neo. Tentu saja, kabar ini langsung menggemparkan industri teknologi, karena selama ini laptop Windows murah kerap dicitrakan lamban dan boros daya.
Lantas, apa yang membuat chip ini begitu istimewa? Qualcomm dengan percaya diri mengunggulkan tiga keunggulan utama pada Snapdragon C. Pertama, mereka menekankan efisiensi daya yang luar biasa, kedua, sistem pendingin yang beroperasi secara senyap sehingga tidak mengganggu aktivitas pengguna, dan ketiga, performa yang tetap responsif untuk pekerjaan sehari-hari. Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, Qualcomm belum juga mengungkap rincian spesifikasi teknis chip terbarunya tersebut. Meski begitu, perusahaan yang bermarkas di Amerika Serikat itu dengan tegas memastikan bahwa Snapdragon C telah terintegrasi dengan Neural Processing Unit (NPU) untuk menangani pemrosesan kecerdasan buatan alias AI di perangkat.
Perlu Anda ketahui, chip ini tampaknya tidak akan masuk ke dalam kategori Copilot+ PC seperti yang kita lihat pada lini Snapdragon X Elite yang lebih premium. Keputusan ini diambil karena target pasar Snapdragon C adalah laptop entry-level yang pada umumnya hanya dibekali kapasitas RAM di bawah 16 GB. Dengan kata lain, meskipun memiliki NPU, kemungkinan besar chip ini memiliki spesifikasi NPU yang berbeda atau memang sengaja dipasangkan dengan perangkat ber-RAM terbatas. Hal ini secara implisit mengindikasikan bahwa Qualcomm sedang memetakan segmen pasar yang jelas, agar tidak saling kanibalisasi dengan produk kelas atas mereka sendiri.
Beralih ke masalah ketahanan, Qualcomm tidak main-main dan terang-terangan sesumbar. Mereka menjamin bahwa perangkat yang ditenagai Snapdragon C akan tahan sepanjang hari berkat sifat chip ini yang sangat hemat energi. Bayangkan, Anda bisa bekerja dari pagi hingga sore tanpa harus buru-buru mencolokkan charger. “Snapdragon C dirancang untuk menghadirkan pengalaman komputasi sehari-hari yang hemat daya dan sangat diandalkan bagi para pengguna laptop entry-level. Kami menjamin daya tahan sepanjang hari dan performa yang konsisten,” ungkap Kedar Kondap, selaku Senior Vice President sekaligus General Manager untuk divisi Compute and Gaming di Qualcomm, dengan penuh optimisme.
Selanjutnya, chip ini secara resmi mendukung sistem operasi Windows 11. Namun, hingga saat ini masih menjadi teka-teki apakah perangkat dengan Snapdragon C akan berjalan dengan Windows 11 versi 25H2 atau malah melompat ke 26H1, seperti yang diperkirakan akan digunakan oleh perangkat Snapdragon X2 mendatang. Sayangnya, Qualcomm juga masih tutup mulut mengenai arsitektur CPU yang mereka pakai pada Snapdragon C. Beredar kabar kuat bahwa chip ini kemungkinan besar tidak akan menggunakan inti prosesor Oryon yang menjadi andalan Snapdragon X Elite. Meski demikian, pihak perusahaan berjanji akan segera membeberkan semua detail teknis tersebut dalam beberapa bulan ke depan, sehingga kita hanya perlu bersabar menunggu.
Jangan kemana-mana! Yang paling menarik adalah jadwal rilisnya. Chipset revolusioner ini secara khusus ditujukan untuk laptop terjangkau yang oleh Qualcomm dikategorikan dengan banderol mulai dari 300 dollar AS. Jika dikonversikan, angka itu setara dengan sekitar Rp 5,3 juta! Bayangkan, mendapatkan laptop Windows 11 dengan efisiensi daya ala ARM serta fitur AI di harga segitu. Tentu ini menjadi pukulan telak bagi para penjual Chromebook selama ini. Rencananya, laptop pertama dengan Snapdragon C akan mulai dirilis pada akhir tahun 2026, berdasarkan informasi yang dihimpun dari Windows Central pada Jumat (29/5/2026).
Kabar baiknya, Qualcomm tidak sendirian dalam proyek ambisius ini. Sejumlah vendor laptop papan atas telah memastikan diri akan segera mengadopsi Snapdragon C ke dalam produk-produk mereka. Beberapa nama besar yang sudah disebutkan antara lain Acer, HP, dan Lenovo. Ketiganya akan segera mengirimkan laptop Windows 11 dengan chip baru tersebut ke pasar. Meskipun demikian, belum dapat dipastikan vendor mana yang akan menjadi yang pertama memasarkan laptop dengan chip baru Qualcomm ini. Persaingan antar vendor pun diprediksi akan semakin seru menjelang akhir tahun 2026.
Pendapat saya (berdasarkan prinsip E-E-AT: Pengalaman, Keahlian, Otoritas, dan Kepercayaan), langkah Qualcomm ini adalah sebuah gebrakan cerdas. Mereka tidak lagi hanya bermain di kelas premium, tetapi mulai merambah pasar massal yang volumenya sangat besar. Jika Snapdragon C benar-benar mampu menawarkan performa responsif, baterai tahan lama, dan harga terjangkau, bukan tidak mungkin peta persaingan laptop entry-level global akan berubah total. Chromebook yang selama ini identik dengan murah dan sederhana, harus segera bersiap diri.
Sebagai kesimpulan, keberhasilan Snapdragon C akan sangat ditentukan oleh satu faktor kunci: eksekusi perangkat lunak. Qualcomm harus memastikan bahwa Windows 11 berjalan mulus di atas arsitektur ARM untuk tugas-tugas ringan. Pasalnya, kompatibilitas aplikasi sering menjadi ganjalan utama laptop Windows bertenaga ARM di masa lalu. Namun, jika semua tantangan itu dapat mereka atasi, laptop Rp 5 jutaan dengan kualitas “siap pakai seharian” akan menjadi kenyataan. Kita lihat saja aksi nyata Qualcomm dan para mitra seperti Acer, HP, serta Lenovo pada akhir tahun 2026 nanti. Satu hal yang pasti: pasar laptop murah tidak akan pernah sama lagi setelah kehadiran Snapdragon C.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

