• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service
  • Home
  • AI
  • Budaya Digital
  • Gadget
  • Inovasi
  • Startup
No Result
View All Result
  • Home
  • AI
  • Budaya Digital
  • Gadget
  • Inovasi
  • Startup
No Result
View All Result
New Tech Club
No Result
View All Result

Snapdragon C Hadir sebagai Senjata Qualcomm Melawan Chromebook dan MacBook Neo

Bimo Nugroho by Bimo Nugroho
Mei 30, 2026
Home Technology
Share on FacebookShare on Twitter

Newtechclub.com – Setelah sekian lama didominasi para pesaing, raksasa semikonduktor asal Amerika, Qualcomm, akhirnya mengambil langkah berani. Baru-baru ini, perusahaan tersebut secara resmi meluncurkan sistem-on-chip (SoC) terbaru mereka yang diberi nama Snapdragon C. Hebatnya, chip berbasis ARM ini sengaja mereka rancang khusus untuk laptop kelas entry-level yang menjalankan sistem operasi Windows 11. Dengan langkah ini, Qualcomm secara langsung membidik pangsa pasar yang selama ini menjadi surganya laptop murah, termasuk Chromebook dan bahkan laptop anyar dari Apple, yaitu MacBook Neo. Tentu saja, kabar ini langsung menggemparkan industri teknologi, karena selama ini laptop Windows murah kerap dicitrakan lamban dan boros daya.

Lantas, apa yang membuat chip ini begitu istimewa? Qualcomm dengan percaya diri mengunggulkan tiga keunggulan utama pada Snapdragon C. Pertama, mereka menekankan efisiensi daya yang luar biasa, kedua, sistem pendingin yang beroperasi secara senyap sehingga tidak mengganggu aktivitas pengguna, dan ketiga, performa yang tetap responsif untuk pekerjaan sehari-hari. Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, Qualcomm belum juga mengungkap rincian spesifikasi teknis chip terbarunya tersebut. Meski begitu, perusahaan yang bermarkas di Amerika Serikat itu dengan tegas memastikan bahwa Snapdragon C telah terintegrasi dengan Neural Processing Unit (NPU) untuk menangani pemrosesan kecerdasan buatan alias AI di perangkat.

Perlu Anda ketahui, chip ini tampaknya tidak akan masuk ke dalam kategori Copilot+ PC seperti yang kita lihat pada lini Snapdragon X Elite yang lebih premium. Keputusan ini diambil karena target pasar Snapdragon C adalah laptop entry-level yang pada umumnya hanya dibekali kapasitas RAM di bawah 16 GB. Dengan kata lain, meskipun memiliki NPU, kemungkinan besar chip ini memiliki spesifikasi NPU yang berbeda atau memang sengaja dipasangkan dengan perangkat ber-RAM terbatas. Hal ini secara implisit mengindikasikan bahwa Qualcomm sedang memetakan segmen pasar yang jelas, agar tidak saling kanibalisasi dengan produk kelas atas mereka sendiri.

Beralih ke masalah ketahanan, Qualcomm tidak main-main dan terang-terangan sesumbar. Mereka menjamin bahwa perangkat yang ditenagai Snapdragon C akan tahan sepanjang hari berkat sifat chip ini yang sangat hemat energi. Bayangkan, Anda bisa bekerja dari pagi hingga sore tanpa harus buru-buru mencolokkan charger. “Snapdragon C dirancang untuk menghadirkan pengalaman komputasi sehari-hari yang hemat daya dan sangat diandalkan bagi para pengguna laptop entry-level. Kami menjamin daya tahan sepanjang hari dan performa yang konsisten,” ungkap Kedar Kondap, selaku Senior Vice President sekaligus General Manager untuk divisi Compute and Gaming di Qualcomm, dengan penuh optimisme.

Selanjutnya, chip ini secara resmi mendukung sistem operasi Windows 11. Namun, hingga saat ini masih menjadi teka-teki apakah perangkat dengan Snapdragon C akan berjalan dengan Windows 11 versi 25H2 atau malah melompat ke 26H1, seperti yang diperkirakan akan digunakan oleh perangkat Snapdragon X2 mendatang. Sayangnya, Qualcomm juga masih tutup mulut mengenai arsitektur CPU yang mereka pakai pada Snapdragon C. Beredar kabar kuat bahwa chip ini kemungkinan besar tidak akan menggunakan inti prosesor Oryon yang menjadi andalan Snapdragon X Elite. Meski demikian, pihak perusahaan berjanji akan segera membeberkan semua detail teknis tersebut dalam beberapa bulan ke depan, sehingga kita hanya perlu bersabar menunggu.

Jangan kemana-mana! Yang paling menarik adalah jadwal rilisnya. Chipset revolusioner ini secara khusus ditujukan untuk laptop terjangkau yang oleh Qualcomm dikategorikan dengan banderol mulai dari 300 dollar AS. Jika dikonversikan, angka itu setara dengan sekitar Rp 5,3 juta! Bayangkan, mendapatkan laptop Windows 11 dengan efisiensi daya ala ARM serta fitur AI di harga segitu. Tentu ini menjadi pukulan telak bagi para penjual Chromebook selama ini. Rencananya, laptop pertama dengan Snapdragon C akan mulai dirilis pada akhir tahun 2026, berdasarkan informasi yang dihimpun dari Windows Central pada Jumat (29/5/2026).

Kabar baiknya, Qualcomm tidak sendirian dalam proyek ambisius ini. Sejumlah vendor laptop papan atas telah memastikan diri akan segera mengadopsi Snapdragon C ke dalam produk-produk mereka. Beberapa nama besar yang sudah disebutkan antara lain Acer, HP, dan Lenovo. Ketiganya akan segera mengirimkan laptop Windows 11 dengan chip baru tersebut ke pasar. Meskipun demikian, belum dapat dipastikan vendor mana yang akan menjadi yang pertama memasarkan laptop dengan chip baru Qualcomm ini. Persaingan antar vendor pun diprediksi akan semakin seru menjelang akhir tahun 2026.

Pendapat saya (berdasarkan prinsip E-E-AT: Pengalaman, Keahlian, Otoritas, dan Kepercayaan), langkah Qualcomm ini adalah sebuah gebrakan cerdas. Mereka tidak lagi hanya bermain di kelas premium, tetapi mulai merambah pasar massal yang volumenya sangat besar. Jika Snapdragon C benar-benar mampu menawarkan performa responsif, baterai tahan lama, dan harga terjangkau, bukan tidak mungkin peta persaingan laptop entry-level global akan berubah total. Chromebook yang selama ini identik dengan murah dan sederhana, harus segera bersiap diri.

Sebagai kesimpulan, keberhasilan Snapdragon C akan sangat ditentukan oleh satu faktor kunci: eksekusi perangkat lunak. Qualcomm harus memastikan bahwa Windows 11 berjalan mulus di atas arsitektur ARM untuk tugas-tugas ringan. Pasalnya, kompatibilitas aplikasi sering menjadi ganjalan utama laptop Windows bertenaga ARM di masa lalu. Namun, jika semua tantangan itu dapat mereka atasi, laptop Rp 5 jutaan dengan kualitas “siap pakai seharian” akan menjadi kenyataan. Kita lihat saja aksi nyata Qualcomm dan para mitra seperti Acer, HP, serta Lenovo pada akhir tahun 2026 nanti. Satu hal yang pasti: pasar laptop murah tidak akan pernah sama lagi setelah kehadiran Snapdragon C.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tags: qualcommteknologi
Bimo Nugroho

Bimo Nugroho

Next Post
Vivo Masuk Pasar Headphone Over-Ear, Produk Pertamanya Bisa Terhubung ke Smartphone, Tablet, dan Laptop Sekaligus

Vivo Masuk Pasar Headphone Over-Ear, Produk Pertamanya Bisa Terhubung ke Smartphone, Tablet, dan Laptop Sekaligus

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended.

Honor Pad 20 Resmi Meluncur, Solusi Cerdas bagi yang Suka Mencatat di Tablet

Lexar D70E, SSD Performa Ngebut 2000 MB/detik dalam Desain Sekecil Flashdisk

Mei 13, 2026
5 Tools AI Terbaik Untuk CV Menarik Agar Lolos ATS? Simak Dulu!

5 Tools AI Terbaik Untuk CV Menarik Agar Lolos ATS? Simak Dulu!

Juni 9, 2025

Trending.

Abu Dhabi Bakal Bangun Data Center Raksasa untuk AI, Cek Kapasitasnya!

Abu Dhabi Bakal Bangun Data Center Raksasa untuk AI, Cek Kapasitasnya!

Mei 20, 2025
Sennheiser Spectera Resmi Meluncur di Indonesia, Satu Base Station Kendalikan 64 Link Audio

Sennheiser Spectera Resmi Meluncur di Indonesia, Satu Base Station Kendalikan 64 Link Audio

September 19, 2026
KEF Meluncurkan LS LUXE: Speaker Wireless Hi-Fi Aktif Premium Sentuhan Ross Lovegrove

KEF Meluncurkan LS LUXE: Speaker Wireless Hi-Fi Aktif Premium Sentuhan Ross Lovegrove

September 29, 2026
NetApp Luncurkan Novus: Arsitektur Storage AI Berkecepatan Hingga 100 TBps

NetApp Luncurkan Novus: Arsitektur Storage AI Berkecepatan Hingga 100 TBps

Oktober 11, 2026
Apple Akan Luncurkan Aplikasi Gaming Eksklusif? Ini Rinciannya!

Apple Akan Luncurkan Aplikasi Gaming Eksklusif? Ini Rinciannya!

Mei 29, 2025
slot777 BALI19 BALI19 BALI19 aatoto arena39 jagobet19 mposakti motoslot bali19 PGSoft vs Pragmatic Play Siapa Raja Slot Online Tahun Ini 7 Game PGSoft Paling Populer dari Mahjong Ways hingga Wild Bandito Gate of Olympus vs Mahjong Ways Duel Slot Legendaris yang Wajib Kamu Tahu Rahasia Grafis Mewah PGSoft yang Bikin Pemain Betah Berlama lama 10 Game Pragmatic Play dengan Fitur Bonus Paling Menggila RTP Volatilitas Dan Gaya main Panduan Lengkap PGSoft Pragmatic Sweet Bonanza sampai Starlight Princess Evolusi Game Pragmatic yang Tak Pernah Sepi PGSoft untuk Pemula Cara Memilih Game Sesuai Gaya Main 5 Slot Pragmatic yang Cocok untuk Main Santai Tanpa Ribet Masa Depan Slot Online Inovasi PGSoft dan Pragmatic Play di 2026 Bukan Cuma Jackpot 7 Alasan Slot PGSoft Pragmatic Play Bikin Nagih Dari Scatter ke Free Spin Bedah Mekanisme Bonus PGSoft vs Pragmatic Play 5 Mitos Slot Online yang Sering Bikin Pemain Salah Paham PANDUAN Main Di HP pgsoft Atau Pragmatic Yang Lebih Nyaman Jam RTP atau Keberuntungan Menakar Pola Main di Dua Provider Raksasa 7 Slot Bertema Petualangan Terbaik dari PGSoft dan Pragmatic Play Ketika Grafis Ketemu Matematika Rahasia Slot yang Enak Dimainkan Duel Provider 2026 Inovasi Fitur yang Bakal Jadi Tren Slot Berikutnya Dari Klasik sampai Megaways Evolusi Gaya Slot Pragmatic Play Checklist Sebelum Main 8 Hal Wajib Dilihat di Slot PGSoft Pragmatic TOTO SLOT TOTO SLOT TOTO SLOT TOTO SLOT TOTO SLOT TOTO SLOT TOTO SLOT TOTO SLOT TOTO SLOT TOTO SLOT Integrasi Vision Transformers OpenAI Akselerasi Simulasi Probabilitas Multi Reel Terobosan Arsitektur Sora Generatif Game Gulungan Daring Starlight Princess Implementasi DeepSeek V3 Mekanisme Paylines Dinamis Gates of Olympus Sinergi Komputasi Kuantum Google Quantum AI Sinyal Pembayaran Sugar Rush 1000 Model Bahasa Penalaran Claude 3 5 Sonnet Struktur Kerapatan Scatter Mahjong Ways Pemrosesan Neural Network NVIDIA Blackwell Dinamika Cascading Lucky Neko Pemanfaatan Model Difusi Runway Gen 3 Sticky Wild Wild West Gold Riset Terapan xAI Grok 2 Lonjakan Frekuensi Multiplier Mahjong Ways 2 Algoritma Deep Reinforcement Learning DeepMind Stabilitas Tumble Sweet Bonanza Penerapan Sistem Inferensi Meta LLaMA 3 3 Paylines Wild Bounty Showdown Transformasi Model Matematika Anthropic Ritme Transisi Starlight Princess 1000 Adopsi Jaringan Sparse Autoencoder MIT Distribusi Gates of Olympus 1000 Terobosan Komputasi Kognitif Microsoft Copilot Anomali Mahjong Wins 3 Analisis Prediktif AI Kausal OpenAI Fluktuasi Simbol Fruit Party Pemanfaatan Framework Qwen 2 5 Alibaba Cloud Titik Jenuh Buffalo King Megaways Eksplorasi Model Prediksi Dinamis Mistral Large Pola Scatter Madame Destiny Megaways Penerapan Vision Language AI Generasi Baru Variasi Simbol Emas Caishen Wins Rekonstruksi Stokastik Arsitektur AI Gemini 1 5 Pro The Dog House Megaways Pemanfaatan Algoritma Self Supervised Learning Stanford Treasures of Aztec Integrasi Edge AI Apple Intelligence Pola Pecahan Rise of Olympus Mengenal PG Soft Profil Pengembang Game Digital Asal Asia Sejarah DAN Perjalanan PG Soft Di Industri Game Online 10 GAME Paling POPULER Buatan PG Soft Dan Karakteristiknya Analisis Grafis dan Animasi dalam Game PG Soft Inovasi Teknologi dan Mekanisme permainan Di PG Soft Memahami RTP Volatilitas dan Fitur Bonus di Game PG Soft Tren Tema dan Desain Visual Game PG Soft dari Tahun ke Tahun PG Soft vs Pengembang Game Lain Perbandingan Kualitas dan Inovasi DAMPAK PG soft Terhadap Industri Hiburan Digital Dan mobile Gaming Prospek dan Tantangan PG Soft di Masa Depan PRAGMATIC play Vs PG Soft Siapa Lebih berani Bereksperimen Dengan Mekanik Bonus Anatomi RTP Hit Frequency dan Volatilitas Kenapa Dua Slot Terasa Beda Meski Angkanya Mirip Rahasia DESAIN Mobile PG soft Portrait Mode One Handed Play Dan Psikologi Layar Sentuh Dari Zeus ke Mahjong Simbolisme yang Menjual Pragmatic PG Soft di Pasar Global Scatter Multiplier dan Ante Bet evolusi Fitur Pragmatic YANG Mengubah cara Orang Main Sound Haptik di Slot PG Soft Membangun Adrenalin Tanpa Harus Menang Turnamen Mission dan Leaderboard CARA Provider Membuat Slot Terasa Seperti Esports Audit Sertifikasi dan Regulasi Apa yang Sebenarnya Diuji dari Game Pragmatic PG Soft Mystery Progressive dan Fixed Jackpot Matematika Harapan di Balik Hadiah Besar Masa Depan Slot Pragmatic PG Soft Cloud VR AI dan Personalisasi Real Time

Follow Us

Kategori

  • AI
  • Apple
  • Applications
  • Audio
  • Budaya Digital
  • Camera
  • Computers
  • crypto
  • Download
  • Esports
  • Gadget
  • game
  • Gaming
  • Gear
  • Hardware
  • Inovasi
  • Laptop
  • Microsoft
  • Photography
  • Review
  • Robot
  • Security
  • Smartphone
  • Startup
  • Technology
  • Tips & Trik
  • Uncategorized

Tag

Acer Ai android Apple Asus ChatGPT Chip DJI Gadget Game Gaming Google hadir Hardware harga Honor HP huawei infinix Iphone Laptop lenovo Microsoft motorola OpenAi Oppo Poco realme rekomendasi Review Rilis Robot Samsung Smartphone smartwatch Sony spesifikasi tablet Tecno teknologi tips trik TWS vivo whatsapp Xiaomi
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service

© 2025 NewTechClub.com .

No Result
View All Result
  • Home 1
  • AI
  • Budaya Digital
  • Gadget
  • Inovasi
  • Startup

© 2025 NewTechClub.com .

Go to mobile version