Newtechclub.com – Laptop gaming sekarang nggak cuma jadi “mainan” buat mabar atau push rank doang, lho. Spesifikasi gila-gilaan yang dibenamkan di dalamnya ternyata bisa lo manfaatkan buat kerjaan berat, mulai dari ngoding, ngejalanin virtual machine, sampai ngembangin aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI). Nah, salah satu yang paling mencuri perhatian adalah ROG Strix G16 (G615) 2026. ASUS membekali laptop ini dengan prosesor Intel Core Ultra 9 290HX Plus dan pilihan kartu grafis NVIDIA GeForce RTX 50 Series. Kombinasi tersebut jelas ditujukan untuk menangani pekerjaan yang butuh pemrosesan intensif ataupun penggunaan beberapa aplikasi secara bersamaan.
Intel Core Ultra 9 dan GPU hingga RTX 5080
Untuk pemrosesan utama, ROG Strix G16 mengandalkan Intel Core Ultra 9 290HX Plus dengan 24 core dan 24 thread. Prosesor tersebut memiliki base clock 2,7 GHz, kecepatan boost hingga 5,5 GHz, serta cache 36 MB. Spesifikasi tersebut memungkinkan perangkat digunakan untuk menjalankan integrated development environment (IDE), terminal, kontainer, virtual machine, hingga proses kompilasi secara bersamaan. Selain itu, prosesornya juga dilengkapi Intel AI Boost NPU dengan kemampuan hingga 13 TOPS untuk menangani sejumlah tugas berbasis AI secara langsung di perangkat. Sementara dari sisi grafis, ASUS menyediakan tiga konfigurasi graphics processing unit (GPU). Pertama, G615LM. Model ini menggunakan NVIDIA GeForce RTX 5060 Laptop GPU. Kedua, G615LP yang dibekali RTX 5070 dengan total graphics power (TGP) hingga 115 watt. Ketiga, G615LW. Varian tertinggi ini menggunakan RTX 5080 Laptop GPU dengan TGP hingga 175 watt. Kemampuan GPU tersebut dapat dimanfaatkan untuk pekerjaan yang membutuhkan akselerasi grafis ataupun komputasi berbasis GPU, termasuk machine learning dan pengembangan AI. ROG Strix G16 juga dilengkapi sejumlah teknologi grafis NVIDIA, seperti DLSS 4, Advanced Optimus, Dynamic Boost, dan MUX Switch.
Sistem pendingin untuk beban kerja berat
Kemampuan CPU dan GPU dengan performa tinggi perlu ditopang sistem pendinginan yang memadai, terutama ketika laptop digunakan untuk proses kompilasi atau komputasi berbasis GPU dalam durasi panjang. Untuk kebutuhan tersebut, ASUS menggunakan sistem ROG Intelligent Cooling pada ROG Strix G16. Sistem ini mengombinasikan Tri-Fan Technology, vapor chamber menyeluruh, dan sandwiched heatsink. ASUS turut menggunakan Conductonaut Extreme liquid metal pada CPU dan GPU untuk membantu meningkatkan transfer panas. Kombinasi tersebut dirancang untuk menjaga kestabilan suhu dan performa laptop ketika menjalankan beban kerja intensif dalam waktu lama.
Layar 16 inci dengan resolusi 2.5K
Untuk menunjang ruang kerja, ROG Strix G16 dilengkapi ROG Nebula Display berukuran 16 inci dengan resolusi 2.560 x 1.600 piksel atau 2.5K. Layar menggunakan rasio aspek 16:10 yang menawarkan ruang vertikal lebih luas dibandingkan format 16:9. Ruang tersebut dapat dimanfaatkan ketika membuka kode, dokumentasi, terminal, ataupun beberapa jendela aplikasi. Panelnya sendiri memiliki cakupan warna 100 persen DCI-P3, response time 3 milidetik, serta refresh rate hingga 300 Hz. Meski memiliki refresh rate tinggi yang utamanya ditujukan untuk kebutuhan gaming, tingkat responsivitas tersebut juga membuat pergerakan antarmuka terlihat lebih mulus dalam penggunaan sehari-hari.
Dengan kombinasi tersebut, ROG Strix G16 (G615) 2026 dapat digunakan tidak hanya untuk bermain gim, tetapi juga untuk pekerjaan, seperti koding, multitasking, machine learning, dan pengembangan AI. Pengguna dapat memilih konfigurasi sesuai kebutuhan, terutama dengan mempertimbangkan GPU, kapasitas memori, serta jenis beban kerja yang akan dijalankan. Informasi lebih lengkap mengenai ROG Strix G16 (G615) 2026 dapat dilihat melalui situs resmi Asus Indonesia.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.







