Newtechclub.com – Dunia kecerdasan buatan (AI) kembali diguncang inovasi terbaru! Baru-baru ini, perusahaan AI ternama asal Amerika Serikat, Anthropic, secara resmi meluncurkan model AI andalan mereka yang khusus dirancang untuk menghadirkan revolusi dalam bidang coding atau pengkodean. Model yang bernama Claude Sonnet 4.5 ini akhirnya resmi meluncur pada hari Senin (15/9/2025). Selain itu, Anthropic dengan percaya diri memposisikan model ini sebagai penerus yang jauh lebih unggul dari model Claude Sonnet 4 yang sebelumnya mereka rilis pada Mei 2025 lalu.
Tanpa basa-basi lagi, Anthropic langsung memamerkan kehebatan model baru mereka ini. Perusahaan dengan bangga menegaskan bahwa Claude Sonnet 4.5 berhasil mencatatkan performa terdepan dalam berbagai tolok ukur (benchmark) coding. Lebih spesifik lagi, dalam tes benchmark pengkodingan SWE-Bench Verified yang sangat ketat, Claude Sonnet 4.5 berhasil mencatatkan kinerja paling unggul. Hasilnya, model ini bahkan mengalahkan rival-rival beratnya, mulai dari model AI Opus 4.1 dan Sonnet 4 buatan internal Anthropic, hingga model pesaing seperti GPT-5 Codex dan GPT-5 milik OpenAI, serta Gemini 2.5 Pro besutan Google.
Akan tetapi, tim peneliti AI Anthropic justru mengungkapkan fakta yang lebih mencengangkan. David Hershey, seorang peneliti AI di Anthropic, menyatakan bahwa angka-angka dari tes benchmark saja sebenarnya masih belum cukup untuk menggambarkan keseluruhan kemampuan spektakuler yang dimiliki oleh Sonnet 4.5. Menurutnya, kemampuan sesungguhnya dari model AI ini baru benar-benar terlihat ketika diaplikasikan langsung dalam skenario dunia nyata.
Lalu, di mana letak kehebatannya? Ternyata, Claude Sonnet 4.5 memiliki stamina yang luar biasa! Hershey kemudian membagikan pengalamannya yang menakjubkan selama uji coba langsung bersama klien perusahaan. Dalam kesempatan itu, ia mengungkapkan bahwa model AI ini secara mengejutkan mampu melakukan coding secara mandiri dan tanpa henti hingga 30 jam nonstop! Bahkan yang lebih hebat lagi, selama proses marathon tersebut, Claude Sonnet 4.5 tidak hanya sekadar duduk dan menulis kode. Secara aktif, ia juga menjalankan layanan database, membeli nama domain, dan yang paling mengesankan, turut mengerjakan audit SOC 2 yang rumit untuk memastikan keamanan produk.
Kemampuan super tersebut secara alami langsung memancing decak kagum dari berbagai kalangan, terutama dari para pelaku industri. Sejumlah startup teknologi pun memberikan tanggapan yang sangat positif. Sebagai contoh, CEO Cursor, Michael Truell, dengan antusias menilai bahwa Claude Sonnet 4.5 telah berhasil mencerminkan standar tertinggi model AI untuk coding pada saat ini. Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa keunggulan Claude Sonnet 4.5 paling jelas terlihat ketika model ini diminta untuk menangani proyek coding dengan durasi yang sangat panjang dan kompleks.
Tidak mau ketinggalan, pujian serupa juga dilontarkan oleh CEO Windsurf, Jeff Wang. Dengan penuh keyakinan, ia menyebut Claude Sonnet 4.5 sebagai generasi baru model AI dalam tugas pengkodean yang benar-benar berbeda dari pendahulunya. Sementara itu, Anthropic sendiri tidak mau ketinggalan untuk memamerkan keunggulan lain dari model terbaru mereka ini. Perusahaan dengan tegas mengeklaim bahwa Claude Sonnet 4.5 merupakan model frontier mereka yang paling aligned atau selaras.
Lantas, apa yang membuatnya begitu “selaras”? Rahasianya terletak pada kemampuan canggih yang dibenamkan ke dalamnya. Anthropic secara khusus membekali Claude Sonnet 4.5 dengan kecerdasan yang meminimalkan kecenderungan untuk memberikan pujian yang berlebihan (sycophancy). Selain itu, model ini juga secara proaktif dirancang untuk sangat minim dalam memberikan jawaban yang menyesatkan (misleading). Tidak berhenti di situ, Anthropic juga dengan serius menekankan bahwa mereka telah berhasil meningkatkan ketahanan Claude Sonnet 4.5 terhadap berbagai kerentanan, terutama dari serangan prompt injection, seperti yang berhasil dihimpun dari Techcrunch pada Rabu (1/10/2025).
Bagaimana dengan masalah harga? Tenang saja, Anthropic telah membuka akses seluas-luasnya. Model AI Claude Sonnet 4.5 kini sudah resmi tersedia dan dapat diakses oleh publik melalui Claude API maupun chatbot resmi Claude. Untuk masalah biaya, pengguna hanya perlu membayar sekitar 3 dollar AS (sekitar Rp 50.104) untuk setiap 1 juta input token (yang setara dengan 750.000 kata). Sementara itu, untuk setiap 1 juta output token, banderol harganya sedikit lebih mahal, yaitu 15 dollar AS (sekitar Rp 250.410). Perlu dicatat, peluncuran Claude Sonnet 4.5 ini terjadi kurang dari dua bulan setelah Anthropic merilis Claude Opus 4.1, menunjukkan laju inovasi mereka yang sangat cepat.
Yang tak kalah menarik, Anthropic ternyata tidak hanya meluncurkan satu model saja. Bersamaan dengan kemunculan Claude Sonnet 4.5 yang gemilang, Anthropic juga diketahui merilis model AI lain yang tak kalah penting, bernama Claude Agent SDK. Perusahaan dengan penuh keyakinan mengeklaim bahwa SDK ini dibangun di atas infrastruktur yang sama yang mendukung Claude Code. Pada akhirnya, SDK ini dirancang khusus untuk mempermudah dan memberdayakan para pengembang dalam membangun serta mengembangkan agen AI mereka sendiri dengan cara yang lebih efisien dan canggih.
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Exposenews.id







