• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service
  • Home
  • AI
  • Budaya Digital
  • Gadget
  • Inovasi
  • Startup
No Result
View All Result
  • Home
  • AI
  • Budaya Digital
  • Gadget
  • Inovasi
  • Startup
No Result
View All Result
New Tech Club
No Result
View All Result

Lisuan LX 7G100: Langkah Awal China Bangun Ekosistem GPU Gaming Mandiri

Bimo Nugroho by Bimo Nugroho
Juli 30, 2026
Home Technology
Share on FacebookShare on Twitter

Newtechclub.com – Pernah kebayang gak sih, negara sebesar China yang superpower di segala bidang, ternyata selama bertahun-tahun masih “numpang” teknologi kartu grafis buatan luar negeri buat main game? Nah, kini mimpi itu mulai mendekati kenyataan. Upaya besar-besaran Negeri Tirai Bambu untuk melahirkan GPU gaming andalan sendiri akhirnya mulai menuai hasil manis. Ya, produk bernama Lisuan LX 7G100 ini bukan lagi sekadar prototipe atau contoh uji coba yang sering gagal, melainkan sudah tersedia di pasaran dalam versi ritel yang sesungguhnya. Menariknya, ketika para reviewer di platform BiliBili mulai mengotak-atik perangkat ini, mereka mendapati bahwa performa versi jualannya ternyata melonjak jauh lebih baik jika dibandingkan dengan sampel awal yang sempat diujikan beberapa waktu lalu. Wah, pasti para gamer di sana langsung penasaran kan?

Lalu, apa yang membuat GPU ini begitu spesial di mata publik? Bukan tanpa alasan, soalnya Lisuan Technology dengan berani mengklaim bahwa mereka mengembangkan seluruh komponen GPU ini dari nol, mulai dari hardware fisik, arsitektur chip, driver, hingga ekosistem software yang menyertainya. Bayangkan, mereka gak sekadar rakit atau rebranding produk orang lain, tapi benar-benar bikin dari awal. Di atas kertas, LX 7G100 menyodok spesifikasi yang terbilang kekinian, lho. Misalnya, ia sudah dibekali memori GDDR6 sebesar 12 GB yang lumayan lega buat menyimpan tekstur game berat, empat port DisplayPort 1.4a yang siap dipasang ke monitor masa kini, serta dukungan output hingga resolusi 8K pada 60 Hz dengan teknologi HDR yang bikin visual makin tajam. Gak cuma itu, GPU ini juga kabarnya kompatibel dengan API grafis modern macam DirectX 12, Vulkan 1.3, OpenGL 4.6, dan OpenCL 3.0. Keren juga sih untuk produk lokal yang baru pertama kali muncul.

Nah, sekarang yang jadi perbincangan hangat adalah soal banderol harga. Lisuan memasang harga LX 7G100 di kisaran 3.300 yuan, atau kalau dirupiahkan kira-kira tembus Rp 8,5 juta. Dengan uang sebesar itu, sebetulnya konsumen sudah bisa melirik kartu grafis kelas menengah dari raksasa hijau, Nvidia, seperti GeForce RTX 5060 Ti yang notabene merupakan produk anyar dengan teknologi mutakhir. Oleh karena itu, wajar jika banyak pihak penasaran, apakah performa LX 7G100 mampu setara atau bahkan mengalahkan pesaing di harga yang sama? Atau jangan-jangan malah cuma jadi pajangan semata?

Sayangnya, meskipun semangat nasionalisme dan inovasi patut diacungi jempol, hasil pengujian di lapangan menunjukkan bahwa LX 7G100 masih harus menelan kenyataan pahit. Ketika diuji menggunakan benchmark sintetis andalan seperti 3DMark, performa GPU ini ternyata hanya berkutat di level GeForce RTX 3060. Perlu diingat, RTX 3060 adalah kartu grafis yang dirilis Nvidia sekitar lima tahun silam! Artinya, secara mentah, kekuatan komputasi LX 7G100 masih tertinggal cukup jauh dari produk pesaing yang sama-sama baru dan segar di pasaran. Namun, jangan buru-buru kecewa, karena potensi yang ditunjukkan masih cukup untuk membuat kita berpikir ulang tentang masa depan GPU buatan China.

Lebih lanjut, ketika para pengulas mulai menjajal performa di dunia nyata alias game-game populer, hasilnya memang kurang mengesankan jika dibandingkan langsung dengan GPU Nvidia. Sebagai contoh, di game berat seperti Cyberpunk 2077 pada resolusi 1080p dengan pengaturan FSR 3 Quality dan frame generation diaktifkan, LX 7G100 mencatatkan rata-rata sekitar 88 fps. Hmm, angka ini sebenarnya masih mulus untuk dimainkan, tapi coba lihat kompetitornya: GeForce RTX 4060 sanggup melesat hingga 232 fps, sementara Intel Arc B580 bahkan lebih galak lagi dengan torehan 243 fps. Jadi, selisihnya memang terasa seperti jarak antara langit dan bumi. Kemudian, di game yang lagi hype abis, Black Myth: Wukong, LX 7G100 cuma mampu menghasilkan sekitar 56 fps, yang masih terhitung nyaman sebenarnya, namun tetap di bawah ekspektasi untuk kartu seharga belasan juta.

Yang lebih menyedihkan justru terjadi di game balap legendaris Forza Horizon 5. Di sini, LX 7G100 hanya mampu meraih 48 fps, itupun dengan pengaturan grafis yang sudah diturunkan ke level Low. Waduh, padahal game ini terkenal optimasinya apik di banyak perangkat. Meskipun begitu, kita gak boleh menutup mata terhadap satu kemajuan positif: pengulas mencatat bahwa banyak game modern yang diuji ternyata berjalan dengan cukup stabil dan minim crash. Ini jelas merupakan lompatan besar, lho, mengingat GPU lokal China sebelumnya, seperti Moore Threads MTT S80, sempat menjadi momok karena segudang masalah kompatibilitas game yang bikin pusing, serta membutuhkan berkali-kali pembaruan driver sebelum akhirnya layak dipakai. Jadi, setidaknya LX 7G100 sudah lebih matang sejak awal rilis.

Meski demikian, pekerjaan rumah (PR) Lisuan ternyata masih menumpuk, terutama dari sisi perangkat lunak atau software. Panel driver yang disediakan untuk GPU ini saat ini masih tergolong sangat sederhana dan minim fitur. Artinya, para pengguna yang doyan otak-atik setting gak akan menemukan banyak opsi kustomisasi seperti yang biasa ada di driver Nvidia atau AMD. Fitur pemantauan sistem pun masih terbatas, sehingga agak susah buat memonitor suhu, clock speed, atau pemakaian daya secara real-time. Belum lagi kemampuan overclocking yang dilaporkan masih belum konsisten, jadi buat yang hobi ekstrak performa maksimal, sepertinya harus bersabar dulu.

Selanjutnya, satu kekurangan krusial yang bikin banyak gamer garuk-garuk kepala adalah ketiadaan dukungan untuk hardware ray tracing. Padahal, teknologi pencahayaan real-time ini sudah menjadi standar umum di GPU modern mana pun, baik dari Nvidia, AMD, maupun Intel. Di era sekarang, game-game AAA pasti mengandalkan ray tracing untuk efek visual yang lebih sinematik, sehingga ketiadaan fitur ini jelas sangat terasa. Namun, kabar baiknya, Lisuan dikabarkan telah mengonfirmasi bahwa dukungan ray tracing memang belum diusung di generasi pertama ini, melainkan baru akan dihadirkan pada GPU generasi kedua mereka di masa mendatang. Jadi, setidaknya ada secercah harapan untuk masa depan.

Akhirnya, jika melihat berbagai hasil pengujian yang cukup beragam ini, banyak pengamat dan gamer menilai bahwa LX 7G100 lebih pantas dirayakan sebagai pencapaian teknologi yang monumental bagi industri semikonduktor China, ketimbang dianggap sebagai produk ritel yang siap tempur buat para gamer sekarang. Ini adalah langkah awal yang berani dan patut diapresiasi, tapi perjalanan untuk mengejar ketertinggalan dari raksasa dunia masih sangat panjang dan berliku. Jadi, apakah GPU ini gacor atau malah zonk? Tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tags: teknologi
Bimo Nugroho

Bimo Nugroho

Next Post

HMD Asha 305 Resmi Dirilis: Ponsel Android 5 Inci dengan Baterai Lepas dan Harga Rp 1 Jutaan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended.

Vivo X Fold 6 Debut di Pasar China, Usung Kamera Zeiss 200 MP dan Tiga Varian Harga

Xiaomi Hadirkan Redmi Buds 8: TWS ANC 50 dB dengan Harga di Bawah 1 Juta

Juni 29, 2026
Acer Perkenalkan FreeSense Ring dan Acer Luggage, Bukti Ekspansi ke Sektor Wearable & Travel

Acer Perkenalkan FreeSense Ring dan Acer Luggage, Bukti Ekspansi ke Sektor Wearable & Travel

Maret 2, 2026

Trending.

Mengenal vivo Selfie Monitor: Layar Tambahan Nirkabel Canggih Khusus vivo X500 Series

Mengenal vivo Selfie Monitor: Layar Tambahan Nirkabel Canggih Khusus vivo X500 Series

September 29, 2026
NetApp Luncurkan Novus: Arsitektur Storage AI Berkecepatan Hingga 100 TBps

NetApp Luncurkan Novus: Arsitektur Storage AI Berkecepatan Hingga 100 TBps

Oktober 11, 2026
Poco C95 Pro Debut di Pasar Global dengan Baterai 7.500 mAh dan Layar 120 Hz

Poco C95 Pro Debut di Pasar Global dengan Baterai 7.500 mAh dan Layar 120 Hz

Oktober 4, 2026
KEF Meluncurkan LS LUXE: Speaker Wireless Hi-Fi Aktif Premium Sentuhan Ross Lovegrove

KEF Meluncurkan LS LUXE: Speaker Wireless Hi-Fi Aktif Premium Sentuhan Ross Lovegrove

September 29, 2026
Abu Dhabi Bakal Bangun Data Center Raksasa untuk AI, Cek Kapasitasnya!

Abu Dhabi Bakal Bangun Data Center Raksasa untuk AI, Cek Kapasitasnya!

Mei 20, 2025
slot777 BALI19 BALI19 BALI19 aatoto arena39 jagobet19 mposakti motoslot bali19 Kode Etik Pemain Rasional Membaca Slot PG Soft Tanpa Terhipnotis Angka Volatilitas Itu Ritme Bukan Ramalan Cara Menyesuaikan Ekspektasi di PG Soft Simulasi Sebelum Eksekusi Menjadikan Mode Demo sebagai Cermin Gaya Bermain Duel Mekanik Mahjong Ways dan Wild Bandito di Mata Pemain yang Disiplin Kantong Aman Kepala Dingin Merancang Batas Sesi yang Tidak Menyesatkan Spin Cepat Keputusan Lambat Menguji Mitos Efisiensi di Tombol Turbo Matematika Bonus Mengapa Multiplier Besar Tak Selalu Sering Hadir Layar Sunyi Bukan Undangan Balas Dendam Latihan Mental di Fase Kering Ilusi Pola Gacor Cara Berpikir Kritis Saat RNG Bicara Lewat Statistik Ritme Jam Durasi dan Fokus Membangun Sesi Main yang Sadar Waktu RTP Tinggi Bukan Jaminan Menang Cara Membaca Peluang di Slot PG Soft Secara Rasional Volatilitas Dinamis Antara Sensasi dan Statistik di Game PG Soft Terbaru Dari Mode Demo ke Taruhan Nyata Checklist Temperamen Game PG Soft Sebelum Mulai Mahjong Ways vs Wild Bandito Peta Mekanik Simbol dan Ritme Permainan Manajemen Amunisi Rumus Sederhana Batas Kalah dan Target Menang di Slot PG Soft Fast Spin Efisiensi atau Jebakan Membaca Dampaknya pada Keputusan Bermain Free Spin dan Multiplier Mitos Untung Besar vs Realita Frekuensi Bonus Fase Kering dan Psikologi Pemain Cara Tetap Tenang Tanpa Mengejar Kerugian Membongkar Pola Gacor Mengapa Pola Tidak Mengalahkan RNG dan RTP Jam Main Durasi dan Fokus Membangun Sesi Bermain yang Lebih Terkendali di PG Soft Batas Antara Hobi dan Kebiasaan Membaca Slot PG Soft dengan Kepala Dingin RNG Bukan Dukun Menakar Mitos Pola Gacor dengan Logika Statistik Demo Bukan Jalan Pintas Membaca Pola Diri Sebelum Bertaruh Nyata Turbo Spin Keputusan Lambat Mengapa Kecepatan Tidak Sama dengan Efisiensi Mahjong Ways vs Wild Bandito Duel Mekanik Bukan Duel Keberuntungan Saat Layar Sepi Latihan Mental Menghadapi Fase Kering Tanpa Balas Dendam Multiplier Besar Ekspektasi Kecil Matematika Bonus yang Jarang Dibicarakan Jam Durasi dan Fokus Merancang Sesi Main yang Tidak Menelan Waktu Volatilitas sebagai Ritme Menyesuaikan Ekspektasi Bukan Meramal Hasil Kantong Aman Kepala Tenang Aturan Sesi yang Menjaga Keputusan Tetap Rasional Eksplorasi Algoritma Video Reels Mahjong Ways 2 Kajian Probabilitas Grid Arcade Sugar Rush 1000 Analisis Matematis Gulungan Klasik Gates of Olympus Penerapan Teori Entropi Gulungan Dinamis Wild Bandito Observasi Dinamika Frekuensi Game Mesin Virtual Starlight Formulasi Bayesian pada Mekanika Tumbling Sweet Bonanza Deteksi Pola Asimetris Papan Putar Koi Gate Pendekatan Chaos Theory di Arena Game Meja Kalkulasi Volatilitas Tinggi Reel Dinamis Buffalo King Dekonstruksi Algoritma Putaran Cepat Lucky Neko PG Riset Model Probabilistik Game Arcade Fortune Rabbit Pemetaan Siklus Non Linier Gulungan Bertingkat Mahjong Integrasi Data Historis Mesin Digital Zeus vs Hades Pemanfaatan Teori Fraktal pada Simulator Putar Wild Bounty Analisis Distribusi Acak Video Reels Roma Joker Studi Komparatif Dinamika Grid Kasino Virtual Baccarat Optimasi Waktu Tanggap Mesin Putar Medusa 2 PG Pola Variansi Rendah Game Virtual 5 Lions Eksperimen Model Markov pada Mesin Digital Ganesha Gold Metodologi Pembacaan Fluktuasi Grid Arcade Candy Blitz Bombs Eksplorasi Algoritma Video Reels Mahjong Ways 2 Kajian Probabilitas Grid Arcade Sugar Rush 1000 Analisis Matematis Gulungan Klasik Gates of Olympus Penerapan Teori Entropi Gulungan Dinamis Wild Bandito Observasi Dinamika Frekuensi Game Mesin Virtual Starlight Formulasi Bayesian pada Mekanika Tumbling Sweet Bonanza Deteksi Pola Asimetris Papan Putar Koi Gate Pendekatan Chaos Theory di Arena Game Meja Kalkulasi Volatilitas Tinggi Reel Dinamis Buffalo King Dekonstruksi Algoritma Putaran Cepat Lucky Neko PG Riset Model Probabilistik Game Arcade Fortune Rabbit Pemetaan Siklus Non Linier Gulungan Bertingkat Mahjong Integrasi Data Historis Mesin Digital Zeus vs Hades Pemanfaatan Teori Fraktal pada Simulator Putar Wild Bounty Analisis Distribusi Acak Video Reels Roma Joker Studi Komparatif Dinamika Grid Kasino Virtual Baccarat Optimasi Waktu Tanggap Mesin Putar Medusa 2 PG Pola Variansi Rendah Game Virtual 5 Lions Eksperimen Model Markov pada Mesin Digital Ganesha Gold Metodologi Pembacaan Fluktuasi Grid Arcade Candy Blitz Bombs RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP PGSOFT RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE Integrasi Generative AI OpenAI Mengubah Sistem Probabilitas Game Arcade Kajian Model Bahasa Besar Claude pada Game Pay-Anywhere Uji Forensik Deep Learning NVIDIA Ungkap Arsitektur Penghitungan Payline Penerapan Edge AI Google DeepMind Mengakselerasi Kecepatan Putaran Riset AI Multimodal Meta Menemukan Titik Keseimbangan Dinamis Implementasi Computer Vision Canggih Mendeteksi Siklus Runtuhan Simbol Adopsi Arsitektur Transformer Generasi Terbaru Menata Ulang Mekanisme Analisis Algoritma Reinforcement Learning Q-Star Mengurai Dinamika Kecerdasan Buatan Otonom Berhasil Mengidentifikasi Fluktuasi Frekuensi Fitur Pengujian Neuro-Simbolik AI Global Mengonfirmasi Integritas RNG Riset Model Probabilistik Diffusion AI Memetakan Frekuensi Pemicu Inovasi Kecerdasan Buatan Terdistribusi Mengoptimalkan Stabilitas Server Game Studi Komputasi Kuantum Hibrida AI Meneliti Fluktuasi Pola Penerapan Machine Learning Predictive Analytics Ungkap Distribusi Simbol Eksperimen AI Swarm Intelligence Membedah Efisiensi Multiplier Progresif Validasi Superkomputer Berbasis AI Mengonfirmasi Keacakan Mutlak Fitur Integrasi Deep Reinforcement AI Membuka Wawasan Baru Mekanisme Laporan AI Forensik Siber Internasional Menilai Ketahanan Proteksi Simulasi Agen Cerdas Berbasis LLM Mengukur Ketahanan Variansi Teknologi AI Self-Adaptive Membantu Sinkronisasi Real-Time Dinamika Putaran Gratis Bukan Gratis Membaca Biaya Tersembunyi di Fitur Bonus RTP Bukan Janji Cara Membaca Angka Pengembalian Tanpa Salah Kaprah Antara Animasi dan Angka Mengapa Tampilan Menang Besar Tidak Sama dengan Peluang Pola Taruhan atau Pola Pikir Menguji Klaim Rumus Slot dengan Data Sesi Pendek Evaluasi Panjang Membangun Jurnal Main yang Berguna Stop Loss dan Stop Play Dua Rem yang Sering Dilupakan Mitos Jam Gacor Kenapa Waktu Tidak Mengubah RNG Dari Demo ke Real Apa yang Berubah dan Apa yang Tetap Sama Fitur Buy Spin Membeli Peluang atau Membeli Ekspektasi Grafik Kemenangan Tidak Selalu Naik Membaca Variansi dengan Kepala Dingin Satu Mesin Banyak Gaya Memahami Mekanik Slot Tanpa Mengklaim Pola Kapan Berhenti Bukan Soal Keberanian Sinyal Mental untuk Menutup Sesi Anggaran Hiburan vs Anggaran Harapan Memisahkan Hobi dari Pengejaran Efek Kemenangan Pertama Bias yang Membuat Sesi Berikutnya Berisiko Ruang Tenang Sebelum Spin Rutinitas Singkat untuk Keputusan Rasional Mahjong Ways dan Ilusi Simbol Hoki Membaca Mekanik Bukan Mitos Fortune Tiger Antara Animasi Macan dan Angka Volatilitas Wild Bandito Fitur Bonus sebagai Aturan Bukan Jalan Pintas Lucky Neko Kucing Keberuntungan atau Sekadar RNG Treasures of Aztec Demo vs Real Ekspektasi yang Beda Caishen Wins Simbol Dewa Uang dan Batas Anggaran Hiburan Dragon Hatch Buy Feature Beli Peluang atau Beli Variansi Ganesha Fortune Reels Ritme dan Rem Sesi Medusa II Tampilan Menang Besar vs Peluang Sebenarnya Hip Hop Panda Pola Spin atau Pola Pikir Crypto Gold Tema Digital Risiko Nyata Bali Vacation Santai di Layar Tegas di Anggaran Ways of the Qilin RTP Bukan Janji Tapi Peta Ekspektasi Songkran Splash Efek Kemenangan Pertama dan Sesi Berikutnya PGSoft di Layar Kecil Mobile Cepat dan Jebakan Sesi Panjang

Follow Us

Kategori

  • AI
  • Apple
  • Applications
  • Audio
  • Budaya Digital
  • Camera
  • Computers
  • crypto
  • Download
  • Esports
  • Gadget
  • game
  • Gaming
  • Gear
  • Hardware
  • Inovasi
  • Laptop
  • Microsoft
  • Photography
  • Review
  • Robot
  • Security
  • Smartphone
  • Startup
  • Technology
  • Tips & Trik
  • Uncategorized

Tag

Acer Ai Apple Asus ChatGPT Chip DJI Gadget Game Gaming Google hadir Hardware harga Honor HP huawei infinix Iphone iQOO Laptop lenovo Microsoft motorola OpenAi Oppo Poco realme rekomendasi Review Rilis Robot Samsung Smartphone smartwatch Sony spesifikasi tablet Tecno teknologi tips trik TWS vivo whatsapp Xiaomi
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service

© 2025 NewTechClub.com .

No Result
View All Result
  • Home 1
  • AI
  • Budaya Digital
  • Gadget
  • Inovasi
  • Startup

© 2025 NewTechClub.com .

Go to mobile version