• About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service
  • Home
  • AI
  • Budaya Digital
  • Gadget
  • Inovasi
  • Startup
No Result
View All Result
  • Home
  • AI
  • Budaya Digital
  • Gadget
  • Inovasi
  • Startup
No Result
View All Result
New Tech Club
No Result
View All Result

Vimeo Dibeli Raksasa Tekno Italia dengan Rp 22,7 T! Ini Strategi Gila-Gilaan Mereka

Bimo Nugroho by Bimo Nugroho
September 15, 2025
Home Applications
Share on FacebookShare on Twitter

Newtechclub.com – Dalam gebrakan yang mengguncang dunia teknologi, perusahaan startup asal Italia, Bending Spoons, secara resmi mengumumkan akuisisinya terhadap platform video streaming ternama, Vimeo. Lebih menarik lagi, nilai kesepakatan ini mencapai angka fantastis, yakni 1,38 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 22,7 triliun! Perlu kamu tahu, Bending Spoons akan membayar seluruh transaksi ini secara tunai, yang menunjukkan betapa kuatnya posisi keuangan mereka.

Investor Senang, Harga Saham Melonjak Drastis

Menurut laporan eksklusif Bloomberg, akuisisi ini membawa kabar gembira bagi para investor Vimeo. Pasalnya, mereka akan menerima pembayaran sebesar 7,85 dolar AS (sekitar Rp 129.000) untuk setiap lembar saham yang dimiliki. Angka ini bukanlah angka biasa, melainkan sebuah lonjakan yang sangat signifikan. Sebagai buktinya, harga tersebut bahkan melampaui 91% dari harga rata-rata saham Vimeo dalam 60 hari terakhir hingga tanggal 9 September lalu!

Berdasarkan pernyataan resmi dari kedua perusahaan, mereka memperkirakan proses transaksi akan benar-benar selesai dan mengunci pada kuartal keempat tahun 2025 ini. Setelah semua proses finalisasi ini rampung, saham Vimeo secara otomatis akan dihapus dari pencatatan di bursa saham. Alhasil, Vimeo pun akan bertransformasi kembali menjadi perusahaan tertutup (private company), mengingat sebelumnya mereka telah melepas status tersebut.

Jejak Panjang Vimeo dan Ambisi Akuisisi Bending Spoons

Vimeo sendiri sebenarnya telah berdiri dan beroperasi sejak tahun 2004 silam. Platform ini kemudian melakukan penawaran umum perdana atau IPO di Bursa Efek New York (NYSE) tepat pada tanggal 25 Mei 2021, setelah mereka memisahkan diri (spin-off) dari perusahaan induknya, IAC/InterActiveCorp.

Di sisi lain, Bending Spoons sebagai pihak pembeli justru merupakan startup yang jauh lebih muda. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2013, namun mereka menunjukkan ambisi yang sangat besar. Belakangan ini, Bending Spoons memang sangat agresif dalam melakukan akuisisi terhadap berbagai perusahaan teknologi. Ternyata, strategi ekspansi masif ini mereka jalankan berkat suntikan dana segar yang berhasil mereka kumpulkan dari para investor pada awal tahun 2024 lalu.

Saat ini, portofolio produk yang dikelola Bending Spoons sudah sangat mengesankan dan dipenuhi oleh aplikasi-aplikasi populer. Beberapa di antaranya bahkan mungkin sering kamu gunakan, seperti Remini untuk enhacement foto, Splice untuk editing musik, Evernote untuk manajemen catatan, dan juga FilmoraGo untuk editing video sederhana di smartphone.

Vimeo Sempat Jaya di Masa Pandemi, Namun…

Popularitas Vimeo sebenarnya pernah mengalami masa keemasan, khususnya saat pandemi Covid-19 melanda dunia. Pada masa itu, hampir semua bisnis dan individu beralih ke komunikasi daring, dan Vimeo menjadi salah satu platform pilihan utama. Sayangnya, pamor perusahaan ini perlahan-lahan mulai meredup akibat terpaan beberapa faktor krusial.

Salah satu faktor terbesarnya adalah kegagalan Vimeo dalam mempertahankan momentum dan memanfaatkan momen serba online dengan maksimal. Periode 2020-2022 adalah era di mana live streaming dan video conference sedang booming, namun sayangnya Vimeo tidak berhasil mengkapitalisasi tren ini sepenuhnya.

Selain itu, persaingan yang semakin ketat dari para kompetitor raksasa juga menjadi pukulan berat bagi Vimeo. Platform seperti YouTube dan TikTok berhasil menarik perhatian mayoritas pengguna dengan konten yang lebih beragam dan mudah diakses. Hal ini sangat bertolak belakang dengan model bisnis yang diusung Vimeo.

Model Bisnis yang Justru Menjadi Bumerang

Berbeda dengan kompetitor yang mengandalkan konten gratis dengan monetisasi iklan, Vimeo justru memilih fokus pada model bisnis langganan berbayar (subscription). Dengan membayar sejumlah uang, pelanggan bisa menikmati video tanpa gangguan iklan sama sekali. Model bisnis ini sengaja mereka targetkan untuk segmen profesional dan bisnis, bukan untuk pengguna umum yang menginginkan layanan gratis.

Sayangnya, strategi ini justru menjadi bumerang. Model bisnis seperti ini dinilai kurang mampu bersaing di pasar yang didominasi oleh konten gratis, sehingga nilai pasar Vimeo terus mengalami kejatuhan yang sangat drastis dalam beberapa tahun terakhir.

Sejak melakukan spin-off pada tahun 2021, kapitalisasi pasar Vimeo dilaporkan telah menyusut sangat dalam, bahkan hampir menyentuh angka 90%! Bayangkan, pada saat IPO dulu, valuasi Vimeo mencapai 18,4 miliar dolar AS (Rp 302,7 triliun). Namun, pada momen akuisisi ini, nilai pasarnya hanya tersisa sekitar 797 juta dolar AS (Rp 13,1 triliun) saja. Sungguh sebuah penurunan yang sangat tajam.

Efisiensi Tidak Membuahkan Hasil, Akuisisi Jadi Jalan Keluar

Karena bisnisnya terus mengalami penurunan, Vimeo konon sempat melakukan berbagai upaya efisiensi untuk menyelamatkan perusahaan. Beberapa langkah drastis seperti pemutusan hubungan karyawan (PHK) pun telah mereka jalankan. Namun, semua upaya keras tersebut tampaknya belum membuahkan hasil yang signifikan dan mampu membalikkan keadaan.

Oleh karena itu, keputusan untuk melepas perusahaan dan menjualnya kepada startup lain seperti Bending Spoons akhirnya diambil. Langkah ini dipandang sebagai solusi terbaik bagi Vimeo untuk bisa bertahan dan kembali tumbuh di bawah naungan perusahaan baru yang memiliki sumber daya lebih kuat, sebagaimana dirangkum dari Bloomberg pada Kamis (11/9/2025).

Reaksi pasar atas pengumuman akuisisi ini langsung terlihat sangat positif dan begitu cepat. Saham Vimeo secara langsung melesat naik hingga 61% pada sesi perdagangan di NYSE, mencapai level 7,74 dolar AS (sekitar Rp 127.000) per lembarnya. Lonjakan ini jelas mencerminkan optimisme tinggi investor terhadap masa depan Vimeo di bawah kendali Bending Spoons.

Berkaitan dengan hal itu, hingga tanggal 10 September 2025, kapitalisasi pasar Vimeo pun secara perlahan mulai merangkak naik. Kini, valuasinya berada di angka yang lebih sehat, yakni 1,28 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 21 triliun. Ini adalah tanda yang menjanjikan untuk babak baru Vimeo.

Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Exposenews.id

Tags: Vimeo
Bimo Nugroho

Bimo Nugroho

Next Post
China Meluncurkan Robot Humanoid R1: Pesaing Baru Tesla Optimus yang Bisa Beres-beres dan Masak!

China Meluncurkan Robot Humanoid R1: Pesaing Baru Tesla Optimus yang Bisa Beres-beres dan Masak!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended.

3 Risiko Membiarkan Charger Terpasang di Colokan Listrik

3 Risiko Membiarkan Charger Terpasang di Colokan Listrik

Juli 28, 2025
Sering Force Stop dan Bersihkan Cache Aplikasi? Simak Caranya!

Sering Force Stop dan Bersihkan Cache Aplikasi? Simak Caranya!

Juni 1, 2025

Trending.

Abu Dhabi Bakal Bangun Data Center Raksasa untuk AI, Cek Kapasitasnya!

Abu Dhabi Bakal Bangun Data Center Raksasa untuk AI, Cek Kapasitasnya!

Mei 20, 2025
Lenovo R9000P: Laptop Gaming Pertama yang Pakai Teknologi Layar Inkjet-Printed OLED

Lenovo R9000P: Laptop Gaming Pertama yang Pakai Teknologi Layar Inkjet-Printed OLED

Juli 20, 2026
Sennheiser Spectera Resmi Meluncur di Indonesia, Satu Base Station Kendalikan 64 Link Audio

Sennheiser Spectera Resmi Meluncur di Indonesia, Satu Base Station Kendalikan 64 Link Audio

September 19, 2026
Motorola Edge 70 Plus Resmi Meluncur di IFA 2026, Bawa Kamera 200 MP dan Layar 144 Hz

TCL Perkenalkan Dua Tablet NxtPaper dan Smartwatch Anak dengan Fitur Robot Meja di IFA 2026

September 6, 2026
Keychron G4 dan G5: Dua Mouse Gaming Nirkabel Ringan dengan Sensor Andalan PixArt 3950

Hadir di Tiongkok, Lenovo Legion GamePad G9 (2026) Bawa Joystick ala Xbox Series X/S

April 20, 2026

Follow Us

slot777 Mengupas Rahasia RTP dan Volatilitas di Game PG Soft Dari Mahjong Ways sampai Wild Bandito Evolusi Mekanik Slot PG Soft Kenapa PG Soft sering Pakai Tema Asia Analisis Desain DAN Budaya Anatomi Slot PG Soft Simbol Payline dan Cara Membaca Paytable Fitur Buy FREE Spins Untung Risiko dan Matematika Di Baliknya PG Soft vs Pengembang Lain Kelebihan dan Kekurangan dari Sisi UIUX Mitos vs Fakta Pola Gacor Jam Hoki dan RNG di Game PG Soft Desain Audio Visual PG Soft Kenapa Game Mereka Terasa Lebih Hidup Tren Slot 2025 Pelajaran dari Rilis Terbaru PG Soft Dampak PG Soft bagi Industri Kreatif Digital dan Ekosistem Game Membaca Bahasa Visual PG Soft Warna Tipografi dan Ikon yang Jadi Identitas Psikologi Tombol Spin Rahasia UX PG Soft dalam Menjaga Rasa Penasaran Lebih dari Sekadar Slot Worldbuilding dan Narasi Karakter di Game PG Soft Strategi sekuel Dan Spin Off mengapa PG Soft rajin Merilis VERSI Baru Slot di Layar Kecil Optimasi Mobile dan Performa Teknis PG Soft Di Balik Layar Produksi Riset Prototyping dan Quality Control Game PG Soft Branding PG Soft Membangun Identitas di Tengah Persaingan Developer Slot Regulasi vs Kreativitas Bagaimana Aturan Tiap Negara Membentuk Desain PG Soft Ekosistem Fitur Scatter Multiplier dan Mekanik Bertingkat ala PG Soft Masa Depan PG Soft AI Personalisasi dan Inovasi Slot Generasi Berikutnya Mengenal PG Soft Dari Mahjong Ways hingga Fortune Tiger Apa yang Bikin Populer 10 Game PG Soft dengan Visual Paling Memukau Nomor 7 Bikin Penasaran10 Game PG Soft dengan Visual Paling Memukau Nomor 7 Bikin Penasaran Mahjong Ways vs Wild Bandito Duel Slot PG Soft Paling Ikonik Di Balik layar PG Soft Rahasia Animasi HALUS Dan Fitur Bonusnya Daftar Game pg SOFT Bertema Asia Yang WAJIB Diketahui Penggemar Slot Fortune Tiger Lucky Neko Caishen Wins Deretan Slot PG Soft Bernuansa Keberuntungan Kenapa PG Soft Banyak Diminati 5 Alasan Dari GRAFIS Fitur Sampai Mekanisme Treasures of Aztec hingga Ganesha Fortune Jelajah Tema Budaya di Game PG Soft Panduan Santai Memahami Fitur Free Spin dan Multiplier di Game PG Soft PG Soft Paling Legendaris 7 Judul yang Punya tempat Di HATI Pemain PG Soft dan Seni Bikin Slot Nagih Rahasia di Balik Spin yang Susah Dihentikan Dari Layar HP ke Dunia Fantasi Kenapa Slot PG Soft Terasa Seperti Main Game Premium Membedah Pola Visual PG Soft Warna Simbol dan Efek yang Bikin Mata Betah Slot PG Soft untuk Pemula 8 Judul Ramah Dimainkan dengan Tampilan Friendly Ketika Tradisi Bertemu Teknologi Cara PG Soft Mengangkat Cerita Rakyat ke Slot Modern PG Soft vs Slot Klasik Apa yang Membuat Generasi Baru Lebih Pilih Slot 3D 7 Slot PG Soft dengan Sound Effect Paling Epik Bikin Suasana Makin Tegang Bukan Cuma Jackpot Daya Tarik Cerita dan Karakter di Game PG Soft PG Soft dan Tren Slot Mobile Judul Judul Ringan yang Cocok Dimainkan Santai Jejak Inovasi PG Soft Dari Mekanisme Sederhana ke Fitur Bonus Super Kompleks Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Rtp Pgsoft Mengintip Peluang Jackpot di Fortune Tiger Simbol Keberuntungan Mahjong Ways 2 jalan Ninja Menuju Jackpot 25000 Treasures of Aztec Berburu Jackpot di Reruntuhan Suku Maya Lucky Neko Jackpot Menggemaskan dari Kucing Keberuntungan Jepang Wild Bandito Jackpot 10000 dalam Balutan Aksi Koboi Meksiko Midas Fortune Sentuhan Emas yang Membuka Jackpot Progresif Ways of the Qilin Jackpot dari Mitologi Tiongkok Kuno Wild bounty showdown Jackpot 25000 di Dunia Barat Liar Ganesha Fortune Jackpot Berkah dari Dewa Ganesha Heist Stakes Merampok Jackpot di Balik Brankas Vegas Dragon Tiger Luck Tarung Duel Naga vs Macan Demi Jackpot 5000 Candy Village Ledakan Manis Jackpot di Negeri Permen Pinata Wins Pesta Pukul Pinata berhadiah Jackpot Melimpah Fortune Ox Keberuntungan Sapi Emas di Ladang Jackpot Phoenix Rises Bangkit dari Abu dan Raih Jackpot 20000 The Great Icescape petualangan Beku menuju Jackpot Di ANTARTIKA Diner Delights Santapan Lezat Jackpot di Restoran Retro Mystic Potion Ramuan Sihir Yang membuka Gerbang Jackpot Legend Of Perseus Misi Heroik memburu Jackpot Medusa Rise of Apollo Terbang ke Olympus dan Raih Jackpot 15000 PG soft Vs Pragmatic play Siapa raja Slot Online SEBENARNYA 7 Game PG Soft Paling Populer yang Wajib Dicoba di 2024 Duel Sengit 5 Slot PG Soft vs 5 Slot Pragmatic dengan RTP Tertinggi Rahasia di Balik Grafis Memukau Slot Pragmatic Play Dari Mahjong Ways hingga Gates of Olympus Fenomena Slot yang Mengguncang Dunia Panduan Lengkap Memilih Game PG Soft Pragmatic Sesuai Gaya Bermainmu Mengapa Slot Pragmatic Play Selalu Jadi Favorit Ini Alasannya 5 Game PG Soft Dengan Fitur Bonus Paling Menguntungkan Pragmatic Play vs PG Soft Perbandingan Volatilitas RTP dan Potensi Maxwin Top 10 Slot PG Soft Pragmatic Paling Dicari Sepanjang Masa

Kategori

  • AI
  • Apple
  • Applications
  • Audio
  • Budaya Digital
  • Camera
  • Computers
  • crypto
  • Download
  • Esports
  • Gadget
  • game
  • Gaming
  • Gear
  • Hardware
  • Inovasi
  • Laptop
  • Microsoft
  • Photography
  • Review
  • Robot
  • Security
  • Smartphone
  • Startup
  • Technology
  • Tips & Trik
  • Uncategorized

Tag

Acer Ai android Apple Asus ChatGPT Chip DJI Gadget Game Gaming Google hadir Hardware harga Honor HP huawei infinix Iphone Laptop lenovo Microsoft motorola OpenAi Oppo Poco realme rekomendasi Review Rilis Robot Samsung Smartphone smartwatch Sony spesifikasi tablet Tecno teknologi tips trik TWS vivo whatsapp Xiaomi
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Sitemap
  • Terms Of Service

© 2025 NewTechClub.com .

No Result
View All Result
  • Home 1
  • AI
  • Budaya Digital
  • Gadget
  • Inovasi
  • Startup

© 2025 NewTechClub.com .

Go to mobile version